Poros Indonesia, Bengkayang Kalbar (Kamis 24/03/2022) – Kembali tim dari Polda melakukan penangkapan terhadap PETI ilegal yang selama ini menjadi perhatian publik.
Kegiatan penambangan PETI ilegal selama ini di wilayah kabupaten Bengkayang dianggap tidak tersentu hukum.
Tim Polda melakukan reaksi cepat untuk menangkap para penguasaha yang selama ini meresahkan masyarakat bengkayang dengan melakukan penambangan emas tanpa ijin (PETI ilegal). Berhasil ditangkap.
Dalam penangkapan yang dianggap sangat rahasia telah mengamankan beberapa bos dompeng kelas kakap dan sejumlah barang bukti.
Ada salah seorang diduga sangat berkuasa seolah tidak tersentuh hukumpun kini turut diamankan oleh Tim dari Polda Kalbar.
Miris nya seorang tersebut
diduga selama ini membeking para bos-bos PETI ilegal di wilayah kabupaten bengkayang pernah berkata “jika polisi ambil mesin dompeng 10 buah dalam sekejap saya bisa beli lagi 20 buah”. Betapa hebatnya orang tersebut.
Ketika tim wartawan mengkornfirmasi kepada Kapolres Bengkayang terkait penangkapan bos-bos donpeng kelas kakap via watshapp mengatakan bahwa Polres Bengkayang tidak tau sama sekali tim dari Polda yang melakukan operasi penangkapan di wilayahnya.
Oleh karnanya. Atas dasar hasil konfirmasi ini, tim wartawan bengkayang berangkat ke Polda Kalbar untuk memastikan penangkapan tersebut.
Tim wartawan hanya memastikan operasi penangkapan, berapa orang bos-bos besar yang diamankan, berapa anak buah dan barang bukti berupa apa saja.
Dari hasil konfirmasi Tim Warwatan Bengkayang yang di Ketuai Jefry D Tanamal SH Media Poros Indonesia bersama, Injil dari media Jurnal Polisi, Rinto Andreas Borneotribun.com, Yulizar media Inapos.com ke Polda Kalbar, membenarkan penangkapan tersebut. Dan semua orang yang diamankan saat ini di tahan di sel Polda Kalbar berjumlah kurang lebih 10 orang (tidak dirincikan siapa-siapa).
Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya memberikan apresiasi kepada Tim dari Polda yang telah menangkap sejumlah bos kelas kakap yang selama ini meresahkan masyarakat.
Warga berharap bos-bos dompeng kelas kakap yang telah ditangkap ini jangan sampai lolos dari jerat hukum tapi dibawah sampai ke pengadilan dan diberi sanksi sesuai perbuatan mereka.
Karena menurutnya dengan adanya PETI (dompeng) ilegal ini sangat berdampak buruk pada kehidupan ekonomi masyarakat, seperti minyak solar bersubsudi banyak dilarikan ke dompeng, hutan jadi rusak, sungai juga rusak dan masih banyak lagi dampak negatifnya. Ujarnya (Jf)
