DAERAH

Tulisan Penolakan Timah Muncul di Sejumlah Kolektor, Aktivitas Tambang Diduga Tetap Berjalan

 

Porosindonesia.id.”Munculnya tulisan pengumuman bertuliskan “Tidak Menerima Timah Dari Tembelok, Keranggan, Tanjung Ular dan Enjel” di sejumlah gudang kolektor timah justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.Minggu 14 Juli 2026

 

Pasalnya, meskipun terdapat pengumuman penolakan terhadap timah yang berasal dari lokasi-lokasi tersebut, warga setempat menyebut aktivitas penambangan di sejumlah titik yang dimaksud masih tetap berlangsung hingga saat ini.

 

Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, aktivitas tambang di wilayah yang disebut dalam pengumuman tersebut masih terlihat berjalan sebagaimana biasa.

 

Bahkan, warga mengaku masih melihat adanya pergerakan ponton dan aktivitas penambangan di kawasan perairan yang selama ini menjadi sorotan.

 

“Kalau memang tidak diterima, lalu hasil tambang itu ke mana? Karena aktivitas di lapangan masih terlihat berjalan,” ujar salah seorang warga.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

 

Sebab, munculnya tulisan penolakan tersebut menunjukkan bahwa para pelaku usaha atau kolektor mengetahui asal-usul timah dari lokasi yang disebutkan. Namun di sisi lain, aktivitas penambangan yang diduga berasal dari wilayah tersebut dikabarkan masih terus berlangsung.

BACA JUGA :   Pemuda Batak Bersatu ( PBB ) turut lakukan pengamanan sholat Idul Fitri. 1443 H di Kubu Raya

 

Warga juga mengaku mengetahui adanya kegiatan penertiban yang dilakukan oleh aparat dan tim gabungan dalam beberapa kesempatan. Namun menurut mereka, aktivitas tambang yang menjadi sorotan tersebut disebut-sebut masih tetap beroperasi.

 

Selain itu, warga juga menyampaikan informasi yang berkembang di lapangan mengenai adanya sebuah ponton yang disebut-sebut milik oknum anggota yang beberapa waktu lalu diduga ditenggelamkan oleh warga. Informasi tersebut hingga kini belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak terkait dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

 

Berbagai informasi yang beredar tersebut semakin memperkuat pertanyaan masyarakat mengenai efektivitas pengawasan terhadap aktivitas pertambangan dan distribusi hasil tambang di wilayah Bangka Barat.

 

Masyarakat berharap pihak-pihak berwenang dapat memberikan penjelasan yang transparan terkait munculnya tulisan penolakan tersebut, sumber informasi yang melatarbelakanginya, serta kondisi aktual aktivitas pertambangan di lapangan.

 

Sebab, bagi masyarakat, persoalan utamanya bukan hanya soal adanya tulisan penolakan di gudang kolektor, melainkan mengapa aktivitas yang selama ini menjadi sorotan masih dikabarkan tetap berjalan meskipun telah beberapa kali dilakukan penertiban dan pengawasan oleh aparat maupun tim gabungan.

BACA JUGA :   D Jamaluddin Jabat Kepala UPP kelas III laut Siwa

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kolektor, aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai tulisan pengumuman tersebut serta informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait aktivitas pertambangan di lokasi-lokasi yang disebutkan.(Tm/Abdul Rais)

Shares

BACA JUGA

Pengundian vaksinasi berhadiah Polres Bangka, Agung dan Acin bawa pulang motor

Ade Darmansyah