Porosindonesia.id Simalungun – Anggaran pemeliharaan prunning di PTPN IV Regional II Unit Kebun Marihat diduga masuk kantong oknum – oknum tertentu yang memiliki kapasitas di perkebunan milik BUMN tersebut. Hal ini bisa dinikmati Krani,Mabes, Asisten Afdeling, Asisten Kepala hingga Manager di Kebun tersebut. Ratusan hektar tanaman sawit milik PTPN IV Regional ll, Unit kebun Marihat tepatnya di Afdeling IV (empat) blok 07 ditemukan tidak terawat. Dimana pemeliharaan prunning/ tunas tidak dilakukan di areal tanaman menghasilkan yang tidak jauh dari areal kantor afdeling tersebut, sehingga keadan tanaman sangat memperhatikan.
Padahal, tanaman kelapa sawit yang terawat dengan baik tentunya bisa menghasilkan buah sawit yang bermutu dengan kualitas CPO yang tinggi, itulah alasan mengapa PTPN IV mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk melakukan pemeliharaan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan oleh perusahaan. Namun oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab diduga telah menyalahgunakan jabatannya dengan persekongkolan melakukan korupsi biaya pemeliharaan tersebut.
Pantauan dilapangan Rabu(04/06/2025), Tanaman Menghasilkan (TM) di Blok 07 , ditemukan tidak dilakukan pemeliharaan prunning tanaman sawit. Sehingga keadaan pelepah tampak sembrawut dan pelepah tampak kering dan bergelantungan. Sementara di beberapa pokok tanam sawit lainnya, tampak buah tidak dipanen hingga membusuk dan tinggal tankos.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat penyebab tanaman sawit milik negara tersebut tidak terpelihara dengan baik awak media coba melakukan konfirmasi dengan asisten afdel 4 Mucklis Junaidi melalui pesan aplikasi WhatsApp dengan mengirimkan foto dan video keadaan tanaman menghasilkan yang tampak tidak terpelihara dengan baik namun sangat disayangkan asisten lebih memilih bungkam.
Selanjutnya awak Media coba konfirmasi Asisten Kepala (Askep ) melalui pesan aplikasi WhatsApp dengan mengirimkan beberapa foto dan video keadaan tanaman yang tidak di prunning hingga rilis berita dikirim ke redaksi Benni Agusnata lebih memilih bungkam.
Adanya tanaman sawit yang tidak terpelihara dengan baik hingga mencapai ratusan hektare di perkebunan PTPN IV Unit Kebun Marihat, Management PTPN IV Regional ll diminta evaluasi kinerja Benni Agusnata selaku Asisten Kepala yang bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan tanaman – tanaman sawit menghasilkan milik BUMN tersebut.
Manajemen PTPN IV Regional II juga diminta menurunkan Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang merupakan unit satuan kerja yang bertugas untuk memberikan keyakinan (assurance) serta berfungsi melakukan kegiatan konsultasi yang objektif dan independen dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan dan rasa percaya pemegang saham serta pemangku kepentingan lainnya terhadap pengelolaan PTPN IV di Unit Kebun Marihat. (AS)
