PERTANIAN

Perkuat Keamanan Karantina Pertanian Kerjasama Dengan BAIS

Porosindonesia.co.id Bogor – Badan Karantina Pertanian melalui Pusat Kepatuhan, Kerjasama, dan Informasi Perkarantinaan terus memperkuat kerjasama dengan beberapa stakeholders termasuk dengan BAIS.

Bentuk kerjasama ini sebetulnya sudah terjalin bahkan sudah di jalankan dibeberapa perbatasan yang jarang tersentuh oleh pengawasan karantina pertanian.

Kenapa karantina pertanian bekerjasama dengan BAIS? Tentunya, adalah untuk semakin memperkuat pengawasan dan jangkauan karantina pertanian terhadap beberapa hal yang belum sempat tersentuh sama sekali oleh karantina seperti, jalur-jalur yang ilegal ini bisa diawasi oleh BAIS dan BAIS bisa melaporkan tindakan yang mencurigakan kepada karantina pertanian.

Sesuai dengan ucapan Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama, dan Informasi Perkarantinaan Junaidi menjelaskan kepada media poros Indonesia bahwa bentuk kerjasama ini adalah bentuk kerjasama antara Badan Karantina dengan Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia ( BAIS ) ini untuk memperkuat pengawasan dan keamanan karantina.

” sebetulnya, kerjasama ini sudah kita jalin dan sudah kita lakukan di beberapa perbatasan seperti Jayapura, Merauke, Entikong, dan masih banyak lagi. Bentuk kerjasama ini adalah untuk terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan diseluruh area masuk dan keluar komoditas pertanian ataupun komoditas hewan,” ucap Junaidi pada 09 Agustus 2023.

BACA JUGA :   Kementan Genjot Hilirisasi Pertanian Skala Rumah Tangga

 

Ada beberapa informasi mengenai penanganan atau penangkapan terhadap Tumbuhan dan Satwa Langka sudah terjadi di beberapa lokasi yang tidak bisa kita sebutkan karena memang masih dalam fase Under Cover dan sudah berjalan sesuai dengan MoU tetapi, peran BAIS itu sangatlah besar dan penting karena melakukan under cover terhadap pengamanan terhadap personil kita ketika ada ancaman dan memberikan informasi media pembawa baik hewan ataupun tumbuhan, dan sebagai contoh kejadian yang terjadi di Tarakan BAIS mendapatkan informasi mengenai pemasukan ilegal berupa Burung, Ayam dan Unggas lainnya yang berasal dari Malaysia, tetapi disitu tidak ada penjagaan petugas karantina karena memang disitu tidak ada dan bukan pelabuhan yang di tetapkan sebagai pelabuhan Karantina semacam itu kita sebut jalur Tikus, lanjut Junaidi Kapus KKIP Barantan ditemui saat kegiatan Pembukaan Diklat PPNS di Pusdiklat Serse Polri Megamendung di Bogor, 8/8/2023.

Maka dari itu Badan Karantina Melalui Pusat KKIP pun akan terus melakukan kerjasama dengan beberapa stakeholders yang lain juga karena untuk terus melakukan pengawasan dan keamanan yang lebih aman, agar indonesia bisa aman dari beberapa OPTK dan OPTKH.

Sebagai Kepala Koordinator Kepatuhan dan kerjasama Karsad juga ikut memberikan pendapatnya terhadap kerjasama dengan BAIS. Juga menambahkan bahwasanya kerjasama yang di lakukan Pusat KKIP ini adalah tidak lain untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pengawasan dan pengamanan yang dilakukan Badan Karantina yang tentunya dengan dibantu BAIS akan semakin kuat.

BACA JUGA :   Gairah pangan lokal substitusi impor, Kementan genjot produksi singkong

” Saya rasa kerjasama ini bagus dalam menunjang kinerja-kinerja Karantina Pertanian khususnya dalam pengawasan karena ada beberapa wilayah yang belum kita jangkau,sesuai arahan yang di berikan Kepala Badan Karantina dan kepala Pusat KKIP juga bahwasannya kerjasama ini ada untuk Under Cover kinerja karantina karena ada beberapa wilayah atau pelabuhan yang belum bisa kita jangkau. Maka dari itu kerjasama ini penting dalam meningkatkan pengawasan dan keamanan yang akan di lakukan oleh karantina di beberapa titik perbatasan tentunya, saya juga mengucapkan terimakasih atas terjalinnya kerjasama ini,” tegas Karsad kepada media poros indonesia.

Badan Karantina juga akan terus menjalin kerjasama dengan beberapa stakeholders bukan hanya untuk meningkatkan kinerja yang lain tidak hanya dalam pengawasan dan keamanan saja tapi masih banyak yang harus di kerjakan oleh Badan Karantina.

(Elma)

Shares

BACA JUGA

Akselerasi Pembangunan Perkebunan, Kementan Lakukan Pelepasan Varietas

Ade Darmansyah