DAERAH

Kapolda Kalbar Irjen. Pol Suryanbodo Asmoro intruksikan jajarannya berantas mafia BBM

 

Poros Indonesia, PontianakKalbar ( Jumat 04/02/2022) – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Suryanbodo Asmoro Mengintruksikan kepada seluruh jajarannya di Wilayah Hukum Kalimantan Barat, untuk memberantas para mafia yang menjadi spekulan BMM.

Kapolda meminta seluruh jajaran agar menertibkan dan menangkap mafia BBM yang bermain di SPBU dengan modus spekulan sehingga peredaran BBM bersubsidi tidak tepat sasaran peruntukannya.

“Kita segera berkoordinasi dengan Pertamina berkaitan dengan dugaan adanya permainan spekulan di SPBU,” kata Kapolda Kalbar kepada sejumlah awak Media saat ditemui di Mapolresta Pontianak.

Menurut Kapolda Kalbar, koordinasi akan dilakukan karena  dirinya ingin mengetahui dan memastikan apa yang menghambat penyaluran BBM Solar atau memang benar ada yang menghambat, seperti kejahatan spekulan atau permainan mafia BBM.

“Kita akan cek lagi,” tegas Kapolda.

Kapolda juga segera mengintruksikan kepada seluruh jajaran untuk melakukan penertiban berkaitan dengan informasi spekulan yang bermain-main di seluruh SPBU yang ada di Kalimantan Barat.

“Kita cek dan pastikan lagi,”tuntasnya.

Berdasarkan informasi dan pantauan yang di himpun dilapangan, modus permainan BBM jenis solar bersubsidi di SPBU yakni dengan menggunakan kendaraan roda enam dan empat yang sudah dimodifikasi atau menambah tangki ukuran besar, dengan kapasitas rata-rata 500 sampai 1000 liter dengan menggunakan mesin khusus.

BACA JUGA :   DPC PWRI Kabupaten Pali dan Kabupaten Muba resmi di lantik

Sedangkan untuk mengelabuhi petugas operator SPBU, seolah-olah BBM diisikan ke tangki standar pada mobil tersebut, namun ternyata terdapat mesin khusus yang digunakan untuk menyedot bbm jenis solar dari tangki standar pindah ke tangki modifikasi.

Setelah mendapat BBM jenis solar yang dibeli dengan harga normal seharga Rp. 5,150 perliter dijual kepada penampung BBM jenis solar seharga Rp. 7000 per liter. Dari penampung ini kemudian dijual kepada perusahaan industri sekitar Rp. 9.000 -10 .000 perliter. Di mana harga untuk industri BBM jenis solar ini berkisar Rp 14.000.

Masih dalam informasi yang didapat di lapangan, lokasi penampungan BBM jenis solar atas permainan BBM di SPBU yang dilakukan para spekulan ini sebagian besar berada di Kecamatan Pontianak Utara. Bahkan permainan ini tidak hanya berlangsung di SPBU, melainkan informasi yang didapat permainan mafia BBM juga berlangsung di perairan sungai Kapuas.

Bahkan dibeberapa daerah ada yang bermodus penyaluran untuk daerah pedalaman, truk bermuatan drum dan jerigen membawa surat dari kecamatan mengisi di SPBU, namun BBM tersebut di bawa ke Lokasi tujuan lain.

BACA JUGA :   Nasabah geram, BANK BSI cabang PALI dinilai tidak profesional karena pengajuan kredit tak kunjung jelas, Marketing diduga tidak kooperatif.

Dampak dari permainan ini sebagian besar masyarakat serta agen resmi penjualan BBM idustri mengeluhkan dengan aktifitas pelaku penampungan BBM illegal, lantaran mereka bisa menjual harga di bawah harga standar BBM khusus industri, yang tentunya sangat merugikan pasar BBM industri yang dijual secara resmi.

Biro Kalbar (Jf).

Shares

BACA JUGA

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan kabupaten Bandung wakili Bupati lakukan upaya langkah konkrit pengendalian inflasi

Ade Darmansyah