DAERAH

Keberlangsungan Timah harus berdampak pada masa kini dan generasi yang akan datang.

 

Poros Indonesia, Pgk Babel – Bertempat di Novotel Bangka Tengah dilaksanakan kegiatan yang digelar oleh Babel Resources Institute bertajuk Seminar Nasional Sustainabilitas Timah Refleksi Fakta dan Harapan.

sebagai pembicara hadir Bambang Patijaya anggota komisi 7 DPR RI, Andri B Firmanto dari kementeian Minerba, Reza Ardiansyah dari asosiasi Eksportit Timah Indonesia dimana diinisiasi untuk mencari solusi bagi pemangku kebijakan, masyarakat dan pemilik modal.

Suryo Kusbandoro Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang hadir mewakili Walikota Pangkalpinang DR.H.Maulan Aklil, S.IP.,M.SI juga Algagry Rahman Bupati Bangka Tengah hadir dalam kesempatan ini.

Teddy Marbinanda selaku Direktur BRINST sampaikan bahwa pemerintah wajib setiap ekspor timah mengacu pada RKAB atau Rencana Kerja Anggaran dan Belanja dimana pengacuan salah satu cara menerapkan keberlanjutan Industri Timah Nasional yang cadangannya ditaksir tersisa 25 tahun lagi.

Pada saat ini harga timah tertinggi sehingga perlu diperhatikan bagaimana keberlangsungan timah kedepan termasuk pananganan dari daerah dan pusat sehingga pas dengan mendatangkan dirjen minerba,anggota dewan dan kepala daerah karena kedepan akan ada pembaruan pembaharuan dalam bidang pertambangan yang ada.

Dirjen Minerba pada kementrian ESDM, Ridwan Djamaluddin mengatakan Industri Timah Nasional penting bagi perekonomian negara.

BACA JUGA :   Jalan Pasar ikan Alianyang butuh perhatian Pemkot Singkawang

” Harus membawa dampak optimal bagi negara,masyarakat banyak .jangan hanya menguntungkan segelintir orang” yang disampaikan dalam acara ini.

Andri B Firmanto dari perwakilan kementrian Minerba sampaikan bahwa selain timah ada mineral ikutan harus juga kita pisahkan sehingga kita bisa produksi tanah jarang sedangkan zircon minimum bisa diekspor minimal 65 % dan untuk domestik adalah dengan pengolahan dan pemurnian didalam negeri sehingga tidak ada batasan minimum .

Timah tidak beranak pinak tetapi banyak yang punya IUP belum ditambang, ada yang punya IUP dia bisa menjual tapi wilayan IUP tidak tersentuh dimana kami mendorong agar penambangan ilegal bisa diminimalisir dan kedepan kita bisa hitung dengan neraca baik untuk cadangan maupun yang ada sekarang ini maka RKAB ini akan dipantau dipusat kalau tidak punya cadangan tidak bisa melakukan penambangan ada 669 IUP di Bangka Belitung dimana Babel punya cadangan terbesar di Indonesia dan cadangan tidak akan lama lagi serta harus lakukan eksplorasi dengan baik dengan eksplorasi lanjutan kalau tidak melakukan eksplorasi maka RKAB nya yidak akan diteruskan dan PT TImah harus segera lakukan inovasi apalagi kita punya produk tanah jarang didalam monazit sebagai turunan dari Timah.

BACA JUGA :   Gunakan Busana Melayu, Bupati H Zukri jadi inspektur upacara Kemerdekaan RI Ke 78 Tingkat Kabupaten Bupati Pelalawan

Kalau kita sudah bisa mengolah tanah jarang dengan produk yang bisa bersaing karena dibutuhkan untuk kedirgantaraan, paparnya .

Ridwan sampaikan bahwa cadangan timah nasional diperkirakan hanya tersisa sampai tahun 2046 cadangan itu tidak boleh hanya dinikmati dimasa kini saja tetapi generasi mendatang punya hak untuk ikut menikmatinya,oleh sebab itu penting menerapkan prinsip keberlanjutan atau sustainabilitas dalam industri timah nasional.

Mari kita manfaatkan keberadaan Timah ini negara jangan dirugikan dan masyarakat bisa sejahtera termasuk mendorong sehilir mungkin dengan kementrian perdagangan dengan standar ekspor timah yang baik.

penerapan prinsip itu antara lain lewat pengendalian industri timah nasional dalam bentuk setiap eksportir wajib menyusun RKAB dan disahkan oleh pemerintah dengan kata lain tidak ada lagi mengekspor timah tanpa RKAB, ujarnya.

Reza dari AETI sampaikam bahwa 13 anggota harus punya sertifikasi dimana kami selain membantu pemerintah dalam negri juga ingin menciptakan bursa timah dimana luar negri melihat sudah mulai teratur dalam industri Timah dengan serifikat dan harus mengikuti aturan Proper dimana paling rendah hitam paling banyak pelanggaran lingkungan hidup, pungkas Reza (D.Iskandar ).

Shares

BACA JUGA

Kapolresta Bandung Resmikan Fasad Mako Polsek Pamengpeuk dan partisipasi pengadaan lahan untuk Mako Polsek Arjasari

Ade Darmansyah