DAERAH

Tanpa plang nama, diduga proyek bodong jembatan Stengket.

 

Poros Indonesia, Landak Kalbar (Selasa 18/01/2022) –  Pekerjaan proyek pembangunan jembatan Stengket di dusun jatak Desa Bagak Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Provinsi Kalimantan barat, disoroti warga setempat.

Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan kurang lebih hampir tiga bulan tersebut tanpa menggunakan papan proyek, juga mengabaikan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), tidak mematuhi prosedur keselamatan, dan kurang peduli pada keamanan.

Menurutnya salah satu warga setempat, bpk. doni, diwawancarai oleh awak media, yang menurutnya sangat disayangkan, dengan tidak terpasangnya plang papan nama pada sejumlah proyek itu bukan hanya bertentangan dengan Perpres.

Tapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi yang dituangkan Pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).“Transparansi mutlak dilakukan. Semua berhak tahu, dana yang digunakan kan milik masyarakat juga.

Bukan dari kantong pribadi, melainkan di bangun dengan menggunakan uang Rakyat dan Pemerintah seharusnya mengingatkan setiap pelaksana untuk memasang papan proyek di lokasi, kalau tidak digubris ya sebaiknya diberi sanksi.

BACA JUGA :   KADIN bekerja untuk warga kota Cimahi

“Sementara, Bangunan jembatan beton didesa bagak, dusun jatak, kecamatan menyuke,landak,dengan menggunakan dana aspirasi dewan DPRD Landak dari fraksi Gerindra yang tidak diketahui bangunannya berapa besaran biaya pagudananya.

Dari awal pengerjaan sampai saat ini tidak ada plang pagu dana,seolah-olah tidak ada keterbukaan kontraktor terhadap pembangunan jembatan beton,Jembatan setangket yang terletak didusun jatak dibangun tahun 2021.

Biro Kalbar (Jf)

Shares

BACA JUGA

PMI kabupaten  Pemalang berikan bantuan pada warga korban angin puting beliung desa Gambuhan.

Ade Darmansyah