Porosindonesia.id Solok selatan – Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan kecamatan KPGD dan Sungai Pagu, yang lazim disebut masyarakat jalan Bara. Jalan ini salasatu akses alternatif bagi warga didua kecamatan untuk beraktivitas ,namun kondisinya sekarang sangat memprihatinkan.
Kerusakan jalan itu sudah cukup lama, titik yang paling para kerusakan dari jorong Bandar Dalam Nagari Pasir Talang Timur Sungai Pagu -jorong Balun Sawatau Nagari Pekan Rabaa Tengah Kecamatan KPGD Solok Selatan Sumatera Barat.
Pantauan media ini kerusakan titik ruas jalan tersebut akibat mobilisasi tambang galian (C) yang diduga tidak mengantongi izin resmi.
Bahkan satu titik jalan tersebut nyaris hampir putus,tepat titiknya dijorong Balun Sawatau Nagari Pekan Rabaa Tengah KPGD yang sampai saat ini tdak bisa dilalui kendaraan roda 6 bahkan untu kendaraan roda 4 itupun pengendara sangat ektra hati hati.
Kondisi jalan nyaris putus itu sudah terjadi sejak 6 tahun lalu akibat terjangan arus Sungai Batang Suliti namun sampai saat ini luput dari perhatian pemerintah baik ditingkat kabupaten maupun di pmerintahan provinsi melalui Balai Wilayah Sungai V Sumatera Barat.
Bahkan sudah diajukan proposal melalui dinas tetkait oleh masyarakat setempat namun tidak digubris.
Perjuangan masyarakat tidak hanya sampai disitu terakhir bersama beberapa anggota DPRD Kabupaten Solok Selatan mengajukan kembali kepihak balai wilayah yaitu proposal perbaikan sungai Batang Suliti.
Diantara anggota DPRD yang mempelopori Provosal tersebut yakni:
1.Indra Sari Putra (Nasdem)
2.Andri Yosan (Nasdem)
3.Rinal Shahjohan(Gerindra)
Kabarnya anggaran Pembangunan pengendalian Batang Suliti anggaran 2025 sebesar 39milyar, pihak anggota DPRD dapil 3 sangat berhrap pada pihak balai sebagian dana perbaikan Sungai Batang Suliti tahun 2025 dapat dialokasikan pada titik ruas jalan Balun Sawatau yang nyaris putus tersebut.
Salaseorang warga setempat Katik,sangat berharap pada angota DPRD tingkat Provinsi maupun ditingkat pusat dapat berperan serta dalam memperjuangkan keluhan masyarakat khususnya masyarakat pengguna akses jalan alternatif Bulun KPGD munuju Muaralabuh Sungai Pagu. (sdw)*
