DAERAH

Proyek Rp 2,9 Miliar di Jalan Irigasi Sematang Borang kota Palembang  Disorot: Tanpa Papan Proyek, Coran Retak Diperbaiki dengan Aspal Curah

Porosindonesia.id Palembang 21 November 2025 –  Proyek pemeliharaan Jalan Irigasi Sematang Borang yang menelan anggaran Rp 2,965 miliar dari APBD Kota Palembang Tahun Anggaran 2025 kembali menuai sorotan. Selain tidak memasang papan informasi proyek, hasil pengecoran juga ditemukan mengalami retak dan hanya diperbaiki menggunakan aspal curah, sehingga menimbulkan pertanyaan soal kualitas pekerjaan.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Anugerah Alam Karya kontraktor beinisal bos kelvin, di bawah Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Palembang, mengacu pada kontrak Nomor 437/SPMK/PPK.BM.SMB/APBD/DPUPR/2025. Namun, pantauan wartawan di lapangan menemukan ketidaksesuaian antara prosedur dan kondisi nyata” diduga bos kelvin ada kerja sama, sama dengan dinas ( PUPR) dan dibelakang kelvin ada yang membeking karena proyek yang mengunakan anggaran (ÀPBD PUPR) nilay diatas 1 miliar kebanyan punya kelvin.

Tidak Ada Papan Proyek

Sesuai amanat Perpres 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara wajib memasang papan informasi kegiatan secara terbuka. Namun, warga mengaku tidak pernah melihat papan proyek sejak pekerjaan dimulai.

BACA JUGA :   Pj Gubernur Babel Beberkan Kebijakan Pertimahan di Babel saat terima kunjungan komisi VII DPR RI.

“Selama pekerjaan berlangsung kami tidak pernah melihat papan informasinya. Tidak tahu berapa panjang, tebal, dan berapa anggaran pekerjaan ini,” ujar seorang warga saat dikonfirmasi.

Hasil Pengecoran Retak/pata semua dan bergelombang.” tapai yang jadi aneh di anggarkan lagi judul proyek pekerjan jalan corbeton lanjut, nilai yang di anggarkan 1,5 meliar jumlah tahun 2025 ini proyek jalan irgasi berjumalah rp 4,5 lima meliar” sedakan pekerjan dilokasi lapang warga beinisal (PN) mengatakan kepada media tidak ternseparan dan jalan yang dicor putus-putus dan bergelombang.

Lebih lanjut, wartawan kembali memantau lokasi setelah pengecoran dilakukan dan menemukan retakan di beberapa bagian permukaan cor. Anehnya, retakan tersebut justru ditambal menggunakan aspal curah, bukan dilakukan perbaikan struktural sesuai prosedur teknik.

“Kualitas seperti ini patut dipertanyakan. Jika retak cepat dan hanya ditambal aspal, berarti mutu beton atau proses pekerjaan ada yang tidak sesuai,” tegas salah satu pemerhati infrastruktur di Palembang.

Diduga Lemahnya Pengawasan

Kondisi ini diduga terjadi akibat lemahnya pengawasan lapangan dan minimnya transparansi. Padahal proyek bernilai miliaran rupiah seharusnya dikerjakan dengan standar mutu tinggi dan terbuka kepada publik.

BACA JUGA :   Diduga lakukan pungli, ketua komite SMPN 3 Goa Boma, dengan modus buat pagar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kota Palembang belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan retakan maupun tidak adanya papan proyek.

Publik mendesak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun langsung memeriksa proyek guna memastikan tidak ada penyimpangan selama proses pelaksanaan..    ( pirladi )

Shares

BACA JUGA

Warga Kelurahan tobarakka kec. Pitumpanua Diterkam Buaya saat Mandi dipinggit sungai Lowereng

Ade Darmansyah