Oleh : Suparni, S.E
Intansi : SMK Cahaya Islam Pulosari.
Porosindonesia.id Pemalang – Desa Pagenteran berada dilereng Gunung Slamet, Gunung terbesar di Pulau Jawa. Masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Slamet ini rata-rata adalah petani sayur dan sebagian pedagang sayur.
Suplai sayur ke pasar-pasar lokal dan kota-kota besar, sebagian dari petani sayur dilereng Gunung Slamet. Terutama Desa Pagenteran adalah penghasil sayur dari mulai cabe,kol,tomat, dan kentang.
Semenjak harga pupuk mahal dan adanya kebijakan kartu Tani, masyarakat petani sayur penghasilannya menurun drastis karena biaya untuk membeli pupuk sangat mahal. Mulai dari pupuk, obat-obatan, plastik mulsa dan tenaga kerja semuanya naik, sedangkan daya beli masyarakat menurun.
1. Labu Siam.
Menghadapi kondisi perekonomian yang tidak baik terutama petani sayur di Desa Pagenteran, maka beberapa orang mencoba beralih ke tanaman labu siam. Ternyata labu siam memberi dampak positif, labu siam memberi banyak keistimewaan terutama pada pendapatan masyaarakat Desa Pagenteran.
Labu siam menjadi tanaman alternatif terbaik bagi petani sayur masyarakat Desa Pagenteran, perekonomian dan kesejahteraan petani labu siam menjadi sangat baik.
2. Keunggulan Tanaman Labu Siam antara lain :
a. Lahan.
Tanaman labu siam hanya membutuhkan lahan antara 500 – 1000 m2 dibandingkan dengan tanaman sejenis kentang, kol,dan cabe yang membutuhkan lahan 1000 – 5000m2.
b. Benih Labu Siam
Jenis tanaman ini hanya sekali tanam dan akan hidup bertahun-tahun, yang dibutuhkan tanaman ini hanyalah peremajaan, jadi batang yang sudah tua dipotong dan batang yang masih muda dibiarkan menjalar, sebagai pengganti batang tanaman yang sudah tua.
c. Pupuk dan Pengobatan.
Pada saat awal penanaman sebaiknya menggunakan pupuk kandang/pupuk kambing atau kotoran ayam. Dan sebaiknya setiap 3 bulan sekali dilakukan pemupukan.Dan setiap 1 bulan sekali dilakukan pengobatan dengan menggunakan pestisida dan bahan aktif lainnya untuk membunuh serangga semacam semut dan lalat buah/lembing.
d. Membuat Para-para
Tanaman labu siam ini adalah jenis tanaman yang menjalar jadi harus dibuatkan para-para untuk menempatkan batang dan daun labu siam supaya buah labu siam tumbuh dengan baik,para-para terbuat dari bambu atau tali.

3. Pemasaran Labu Siam
Pemasaran labu siam ini sangat mudah, mulai dari pasar-pasar lokal sampai pasar dikota-kota besar. Petani labu siam tidak perlu menjajakan labunya karena pedagangnya yang akan datang sendiri itu karena labu siam ini sangat besar peminatnya.
4. Keunggulan dan Kontribusi Labu Siam
Terhadap Perekonomian dan Kesejahteraan Petani Labu Siam
a. Pendapatan
Memanfaatkan halaman rumah ukuran 6 x 18 m2, satu minggunya menghasilakan 100 kg dengan harga terendah Rp. 2000/Kg maka setiap minggunya ada penghasilan Rp. 200.000,-
Bagi yang lahanya luas 500 m2 – 1000 m2 dikalikan dengan harga terendah Rp. 2000/Kg maka setiap minggunya akan mendapatkan pendapatan Rp. 1.000.000,-sampai Rp. 2.000.000,-
b. Kesejahteraan
Tanaman Labu Siam telah memberikan dampak yang baik bagi petani labu siam Desa Pagenteran Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Pendapatannya naik kesejahteraannyapun meningkat. Secara umum perekonomiannya menjadi meningkat karena banyak akses jalan yang ke kebun dibangun. Mudah-mudahan keberhasilan ini akan menginspirasi petani sayur lainnya.
