porosindonesia.id Agara – Musibah banjir besar yang melanda wilayah Lawe Penanggalan, Ketambe, telah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pesantren Badrul Ulum. Banjir dahsyat yang terjadi pada waktu Subuh itu menyebabkan tiga santri dan dua guru wafat terbawa arus, serta puluhan lainnya mengalami luka-luka. Hampir seluruh bangunan pesantren rusak, dan kini hanya dua bangunan yang masih tersisa. Suasana duka semakin terasa karena akses menuju kawasan tersebut ikut lumpuh, dengan tiga desa di sekitarnya masih terendam banjir.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, Dayah Perbatasan Darul Amin menyerahkan donasi kolektif secara langsung pada Senin, 1 Desember 2025. Bantuan tersebut terdiri dari *uang tunai sebesar Rp 8.000.000*, *14 karung beras*, dan *12 kardus pakaian bekas layak pakai*. Donasi ini diserahkan oleh perwakilan Dayah Perbatasan Darul Amin dan diterima langsung oleh Pimpinan Pesantren Badrul Ulum, Tgk. Abdul Khalil, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam penyampaian apresiasinya, Tgk. Abdul Khalil menyampaikan:
“Kami sebagai penerus pimpinan Ponpes Badrul Ulum dari ayahanda Tgk. Hasanuddin, merasa berterima kasih kepada Pimpinan Dayah Perbatasan Darul Amin atas rasa peduli dan inisiatif pemberian donasi ini. Semoga dengan bantuan ini dapat memberikan dampak baik pada proses berduka kami atas musibah ini. Dan semoga segenap keluarga Dayah Perbatasan Darul Amin diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan menjadi amal jariah di akhirat kelak.”
Dayah Perbatasan Darul Amin berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga besar Badrul Ulum serta menjadi bagian dari upaya bersama untuk kembali membangun harapan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan kepada seluruh korban musibah. Aamiin.
( Likapri )
