DAERAH

Pemilik Cafe Rambutan Soroti Pemeriksaan BNN: Dinilai Tak Berimbang, Banyak Tempat Hiburan Lain

 

Porosindonesia.id.”Pengelola Cafe Rambutan di Desa Puput, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, menyoroti pemeriksaan yang dilakukan BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tempat usaha mereka pada Jumat (2/10/2026) malam.

 

Pengelola mengaku menghormati kegiatan tersebut dan mendukung upaya pemberantasan narkotika. Namun, mereka mempertanyakan mengapa dari banyaknya tempat hiburan di wilayah Parittiga, pemeriksaan justru dilakukan di Cafe Rambutan.

 

“Kami sangat menghormati BNN dan mendukung pemberantasan narkoba. Tapi kami menilai ini kurang berimbang. Tempat hiburan di Parittiga banyak, kenapa justru tempat kami yang diperiksa?” ujar pengelola.

 

Menurutnya, pengawasan terhadap tempat hiburan seharusnya dilakukan secara objektif dan merata sehingga tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap satu tempat usaha.

 

“Kami bukan menolak diperiksa. Silakan diperiksa, kami siap bekerja sama. Tetapi kalau tujuannya untuk pengawasan narkoba, seharusnya dilakukan secara merata. Itu yang kami pertanyakan,” katanya.

 

Kekecewaan pengelola juga muncul setelah kegiatan pemeriksaan tersebut selesai. Mereka mengaku menemukan beberapa bagian di sekitar Cafe Rambutan yang kemudian terlihat tertutup daun atau bagian tanaman.

BACA JUGA :   Kapolres Bangka, AKBP Indra Kurniawan,S,H.,Si,K.,M,SI diwakili Humas Polres Bangka, mengikuti kegiatan Rakernis Humas Polri.

 

Pengelola mengaku tidak mengetahui apakah kondisi tersebut terjadi secara kebetulan atau ada tindakan tertentu. Namun, kondisi itu disebut membuat mereka merasa tidak nyaman karena bagian tempat usaha menjadi seolah tertutupi.

 

“Kami tidak tahu itu sengaja atau tidak. Tapi setelah kegiatan selesai, ada beberapa bagian yang tertutup daun. Ini juga membuat kami kecewa karena kesannya tempat kami seperti ditutupi,” ujarnya.

 

Pengelola juga meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka, termasuk terkait informasi mengenai adanya seseorang yang disebut menunjukkan hasil tes urine positif.

 

Mereka berharap setiap hasil pemeriksaan maupun tindak lanjut dilakukan secara profesional, objektif dan berdasarkan fakta, sehingga tidak menimbulkan stigma terhadap Cafe Rambutan, pekerja maupun pengelolanya.

 

“Kami siap diperiksa dan siap bekerja sama dengan aparat. Kami hanya berharap pengawasan dilakukan secara profesional, transparan dan tidak menimbulkan kesan pilih kasih,” kata pengelola.(Abdul Rais)

Shares

BACA JUGA

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Polsek Jebus Rutin Laksanakan patroli ke tempat hiburan malam

Ade Darmansyah