Poros Indonesia, Bangka Selasa, 04/01/2022 – Bupati Bangka Mulkan S.H.,M.H menghadiri pembukaan kegiatan sunataan massal digedung serba guna GSG Kec. Pemali Sungailiat Bangka, kegiatan tersebut turut juga dihadiri Kapolsek Pemali,Danramil Sungailiat, camat Pemali diwakili oleh Sekcam, ketua karang taruna Kabupaten. Acara yang dilakukan di gedung serbaguna kecamatan Pemali hari ini melaksanakan sunatan massal sebanyak 30 orang. Sebenarnya banyak anak-anak yang masuk sunatan massal tapi karena tidak sharing dengan pemerintah daerah, kalau sharing dengan pemerintah daerah mungkin, sharing dengan DPRD berapapun bisa kita lakukan. Mungkin karena karang taruna tidak mau merepotkan pemerintah, dan inilah bentuk nyata mungkin dari karang telaruna kecamatan Pemali bahwa karang taruna bukan hanya nama saja, tetapi ini bentuk kerja dari karang taruna, kata Mulkan.
Kami atas nama pemerintah daerah kabupaten Bangka dan juga selaku kepala daerah mengucapkan terima kasih kepada karang taruna kecamatan Pemali yang telah melakukan iniasi terhadap sunatan massal di kecamatan Pemali. Dan juga terima kasih kepada orang tua yang mendukung terhadap program-program baik dari pemerintah desa ataupun organisasi kita, ucap Mulkan.
Dan inilah bentuk kekompakan dan kebersamaan itu. Kunci dari keberhasilan ini kekompakan dan kebersamaan. Dan inilah bentuk kebersamaan dari karang taruna memfasilitasi terhadap kegiatan, tim medis melakukan sunatan dan orang tua mendukung menghantarkan anak-anak didalam program ini. Karena sunat ini wajib bagi laki-laki untuk yang beragama Islam. Jadi sebelum masuk Islam itu baik laki-laki maupun perempuan. Hanya berbeda tata cara. Kalau laki-laki potong kuncupnya, kalau perempuan hanya mengambil tetesan darahnya saja. Tetapi harus. Karena itu merupakan salah satu syarat untuk memasuki agama Islam, ucap Mulkan.
Tetapi sunat ini sekarang bukan hanya agama Islam saja, tentunya bagi laki-laki juga tetap bisa melakukan sunat bagi yang mau untuk menjaga kebersihan fisik. Apabila tidak sunat akan menyebabkan penyakit prostat tersebut karena ada kotoran-kotoran tersebut. Dan juga bagi agama Islam ini merupakan syarat sah sholat. Dan ini harus kita lakukan. Dan itulah salah satu syarat kita memasuki agama Islam.

Dan juga anak-anak kita jika lebih cepat disunat, pertumbuhannya juga lebih cepat. Kalau ada anak-anak sudah SD tetapi belum sunat, pertumbuhannya berbeda. Ini kebanyakan kelas 5, sebenarnya kelas 5 itu sudah terlalu lama, harusnya kelas 2, kelas 3 SD harus disunat. Sehingga pertumbuhan anak-anak kita lebih cepat ketika sudah disunat.
Kami mohon dukungan bukan hanya sunatan massal saja, karang taruna nya. Kita masih terutang vaksinasi kita. Kita baru mencapai 75,48%. Dan juga bagi anak-anak sekolah, ada peraturan baru, bagi yang tidak melaksanakan umur 6 tahun – 12 tahun khusus sekolah kita tidak bisa untuk tatap belajar secara 100%. Jadi tugas guru dan orang tua. Kalau kita tidak mendukung vaksinasi anak kita umur 6 tahun ke atas bahwa anak kita tidak bisa bersekolah bertatap muka, terpaksa melaksanakan daring. Ini peraturan dari pemerintah pusat. Nanti akan kami sebarluaskan, terangnya.
Inilah bagaimana percepatan vaksinasi kita 100%. Nanti mohon disampaikan mungkin ke pesantren-pesantren karena inilah kebersamaan kita. Kalau nanti yang tidak vaksinasi otomatis tidak bisa bertatap muka, katakanlah 75% sudah vaksin, 25% tidak vaksin, nanti inilah yang akan menjadi penyebab terhadap terhambatnya yang lainnya. Sehingga pemerintah pusat mengharuskan umur 6 tahun ke atas harus divaksin. Jadi kami minta dukungan, jangan kita beda pendapat terhadap vaksinasi. Ini untuk keselamatan masyarakat kita, jangan ada pendapat yang lain. Dan untuk masuk surga atau tidak masuk surga itu hanya Allah SWT yang tahu, kita tidak tahu. Tetapi kita harus berbuat. Tetapi kalau kita menentang program yang baik, itu akan menjadi catatan, ucap nya mangakhiri. (Imron)
