DAERAH HUKUM

Pembangunan Politeknik Negeri Pontianak yang baru di bangun, di duga adanya main mata antar pihak

Porosindomesia.id Pontianak Kabar – Desas desus adanya permainan dalam pembangunan Politeknik Negeri Pontianak yang berlokasi di jalan Ahmad Yani Bansir laut, kecamatan Pontianak Tenggara kota Pontianak itu sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat kota Pontianak.

Saat ini kabar yang beredar di masyarakat mengatakan bahwa bangunan yang baru selesai dibangun menggunakan dana negara yang bernilai fantastis itu sudah banyak yang rusak dan cukup mengkawatirkan.

Saat awak media ini melakukan konfirmasi ke lokasi, awak media memang melihat kondisi bangunan tersebut banyak yang retak, plafon nya sudah rusak atau bolong, bahkan lantai nya juga sudah rusak.

Saat di tanyakan kepada Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Widodo mengatakan, bahwa dia tidak tau menahu dengan proyek pembangunan dan serah terima bangunan ini, yang saya ketahui, bahwa bangunan ini dikerjakan oleh PUPR provinsi Kalbar, ucap nya. Dan saya juga belum menjabat pada saat itu, jelas nya.

Saya dilantik pada tanggal 07 Maret 2023, dan bangunan ini saya tidak tahu kapan di bangun dan kapan mulai di pergunakan, tambah nya.

Dan juga serah terima bangunan ini juga dilakukan oleh Kemendikbud dan Kementerian PUPR, kata nya.

Ketika awak media mempertanyakan tentang kondisi bangunan yang banyak mengalami kerusakan, Widodo menjawab,

” untuk apa membahas masalah segelintir ini, saya hanya tinggal telepon orang untuk mengerjakan, dan paling dengan dana 400 juta saja sudah beres, dan cukup dari dana peliharaan Politeknik Negeri Pontianak ini, semua sudah bisa di perbaiki, ” kata nya.

BACA JUGA :   Masyarakat desa Suka jaya dengarkan visi dan misi para calon kepala desa nya.

Namun sangat disayangkan, semua perkataan Widodo rasanya hanya mencari alasan, dan tidak dikerjakan selama ini, sebab masih di jumpai kondisi bangunan yang sudah mengkawatirkan tersebut.

Sekjen LSM Lingkar Merah Putih Nasional, Dinomartin, ketika awak media meminta pendapat nya mengatakan, hal yang tidak dipahami pak Widodo ini adalah, ” kenapa bangunan baru sudah begitu kondisi nya, apakah pengerjaan nya asal asalan dan ada permainan di dalam nya, itu yang sebanar nya harus dipahami, ” jelas nya.

Dan juga, Widodo begitu gampang nya mengeluarkan statement yang tidak membangun dan mendidik, apalagi beliau seorang pendidik, dan berpendidikan tinggi, tambah nya.

Kenapa Widodo tidak melaksanakan nya sebelum tercium masyarakat luas, dan disorot oleh media, tambah nya.

Dalam wawancara dengan awak media, Widodo mencoba mengalihkan pertanyaan dengan menyebutkan, kenapa tidak mencoba kalau kamu mempertanyakan hal Auditorium Politeknik Negeri Pontianak itu, yang sudah tidak berfungsi sama sekali, dan kami sudah ajukan dan memohon kepada bapak Menteri, bahkan sampai kepada Presiden, tapi belum ada realisasi nya, tambah nya.

BACA JUGA :   TNI/POLRI bersama Pemda Bangka melaksanakan Bansos

Namun Widodo tidak menyadari bahwa mengurus bangunan baru Politeknik Pontianak saja beliau tidak sanggup, bahkan mengecilkan masalah, bagaimana mau di berikan proyek baru oleh perintah, dan perlu juga kita pertanyakan pada pak Widodo ini, perihal dana pemeliharaan Politeknik ini selama beliau memimpin, kok kenapa tidak ada perbaikan seperti gampang nya pak Widodo ucapkan kepada wartawan, ucap Dinomartin.

Hal ini patut menjadi awal penyelidikan oleh aparat penegak hukum, terutama Kejagung, KPK dan Mabes Polri, sebab saya yakin bila hanya aparat penegak hukum di daerah ini saja, saya yakin ini pasti sudah masuk angin, ucap nya.

Perlu juga masyarakat ketahui, melihat dari tender yang dilakukan dan pemenang tender tersebut adalah perusahaan yang berasal dari Riau, namun pelaksana nya di berikan kepada sub contraktor lagi, sehingga sudah pasti nilai proyek tersebut terpotong oleh para pemain dalam tender tersebut, sehingga sudah pasti berakibat pada mutu pekerjaan itu, jadi patut kita pertanyakan keberadaan PUPR provinsi kapasitas nya sebagai apa, pada proyek ini, jelas Dinomartin.

Dalam hal ini kemungkinan akan kita jumpai penyalah gunaan wewenang bahkan bisa mengarah pada korupsi, baik dalam pengadaan dan pengerjaan nya, jelas nya.

( Redix )

Shares

BACA JUGA

Suhenro Aktivis muda Babel telah melaporkan panitia PIP DU 1548 air Kantung Sungailiat Ke Polres Bangka

Ade Darmansyah