DAERAH

Miris, proyek infrastruktur jalan penghubung antar desa dialihkan, warga kecewa dan memberontak.

 

Poros Indonesia Bengkayang Kalbar –  Kondisi jalan penghubung antar desa di kecamatan Ledo, kabupaten Bengkayang, kalimantan barat, kecewa dengan keputusan pemerintah dimana proyek infrastruktur jalan penghubung antar desa Rodaya-desa Seles dan desa Sidai tidak jadi dilaksanakan justru dialihkan.

Sementara Topo yang juga ketua KJP atau yang biasa disingkat dengan Ketua Komunitas Jaga Bengkayang ini mengungkapkan, jalan raya Rodaya-Sidai yang sudah di tetapkan pada saat Musrembang kecamatan dan kabupaten tahun 2019, bahwa pembangunan infrastruktur jalan raya Rodaya-Sidai menjadi prioritas, tetapi kenapa sekarang dialihkan.

Banyak masyarakat yang merasa kecewa dengan apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah, wajar kami memberontak karna menuntut hak kami, dan kami pun perlu perhatian dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, jangan hanya memberikan harapan palsu justru akan membawa kehancuran.

“Selanjutnya,Tomo juga mengatakan Kala itu penganggaran melalui Dana Alokasi Khusus pernyataannya sih pengalihan karna prioritas perbatasan tetapi pembangunan infrastruktur, jalan Dawar juga pake DAK kenapa dialihkn ke pusat kuta jalan Panglima Libau, kenapa tidak di alihkan ke perbatasan juga kira-kira aneh tidak tuh kawan-kawan media”, ucap Tomo.

BACA JUGA :   Diduga oknum kantraktor jalan cor beton di Sumsel banyak main mata dengan oknum PUPR.

Selama ini masyarakat banyak dibuat untuk berharap, tapi asilnya nihil untuk kepentingan masyarakat banyak, saya siap apapun resikonya, mati demi kehormatan masyarakat banyak lebih terhormat,dari pada mati menutupi kesalahan orang, itu lebih busuk namanya, geram saya padahal udah di ukur jalanya”, pungkas Tomo. (Dina).

Shares

BACA JUGA

Pangulu Nagori Silakkidir Serahkan Sertifikat PTSL Tahun 2024-2025 kepada warga .

Ade Darmansyah