Porosindonesia.id Simalungun – Anggaran pemeliharaan tanaman pada perkebunan sawit ditujukan untuk menciptakan agar kondisi lingkungan tumbuh optimal bagi tercapainya produksi maksimal tanaman yang dibudidayakan.
Selain melakukan tindakan pemeliharaan kelapa sawit dengan cara melakukan penyiangan pada semua jenis gulma pengganggu, juga melakukan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta penataan tajuk. Dilakukannya perawatan sejak awal bagi tanaman belum menghasilkan atau TBM adalah untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam dan berproduksi tinggi.
Demikian juga perawatan bagi tanaman menghasilkan atau TM dimaksudkan agar bisa menghasilkan kelapa sawit produktivitas maksimal dengan biaya produksi yang serendah mungkin.
Sehingga nantinya seluruh biaya perawatan serta pengelolaan akan tertutupi oleh produktivitas sampai tanaman tersebut direplanting.
Namun sepertinya hal tersebut tidak diindahkan oleh managemen PTPN IV Regional II Unit Kebun Tonduhan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, diduga telah mengabaikan standard operasional perusahaan (SOP) tentang perawatan dan pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan kelapa sawit seperti yang berada di afdeling 2 (dua).

Amatan di lapangan, pada areal tanaman belum menghasilkan afdeling II, perlakuan membasmi gulma jenis pengganggu tanaman utama dilakukan dengan cara penyiangan. Namun, hasilnya tampak tidak sesuai dengan SOP perusahaan. Gulma jenis pengganggu yang tumbuh pada areal tersebut terlihat tumbuh subur di areal piringan, gawangan dan piringan sawit tampak digerayangi gulma pengganggu.
Seorang warga Nagori Tonduhan yang tinggalnya sekitaran Afdeling II yang minta namanya tidak disebut mengatakan bahwa Palmco dalam hal ini Dirut PTPN IV Palmco diminta segera mengaudit dan melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran perawatan yang telah digelontorkan di Kebun Tonduhan.
“Dirut PTPN IV Palmco sudah saatnya mengambil sikap tegas, untuk mengusut realisasi anggaran perawatan kebun. Jika dibiarkan, produksi kebun bisa anjlok,” ujarnya sembari mengatakan bahwa jika anggaran perawatan tersebut direalisasikan maka kondisi kebun tidak ditumbuhi tanaman lain yang dapat menghambat produksi perkebunan sawit.
Sementara itu, Manajer PTPN IV Kebun Tonduhan, Dedi Riza hingga berita ini dilansir ke redaksi belum memberikan tanggapan, Asisten Kepala ( Askep ) Andi Purba telah memblokir kontak awak media, Asisten afdeling 2 Yogi yang dikonfirmasi dengan mengirimkan foto dan video ” Siang bang, jumpa saja kita supaya saya jelaskan juga perihal pusingannya”, tulisnya menjawab konfirmasi awak media. (A.S)
