DAERAH

Kepala desa Suka jaya kecamatan Jonggol kabupaten Bogor, salah gunakan Dana Desa yang berasal dari Samisade. 

Poros Indonesia, Jonggol kabupaten Bogor – Pembangunan di desa desa memang sedang giat di lakukan oleh pemerintah, baik yang berasal dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Seperti kebijakan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten Bogor dengan Peluncuran dana desa yang disebut Samisade ( satu milyar satu desa)  yang mana sumber dana nya diambil dari dana APBD kabupaten Bogor.
Hal ini sangat bertujuan baik, mengingat pembangunan itu sampai ke tingkat desa, dimana para pemerintahan di desa sangat paham dan tau yang mana yang menjadi pembangunan prioritas di desa nya, maka pemerintah kabupaten Bogor menyerahkan dana Samisade kepada pemerintah desa ( Pemdes).
Namun sangat disayangkan, bahwa dana pembangunan tersebut dijadikan sarana ajang korupsi, oleh beberapa kepala desa, seperti yang terjadi di desa Sukajaya kecamatan Jonggol, kabupaten Bogor, yang mana dalam pelaksanaan pembangunan jalan desa di RT 04/02 cigintung menjadi kurang baik disebabkan dana pembangunan nya disunat untuk kepentingan sendiri. Hal ini dapat dilihat dari ketebalan jalan yang mana seharus nya sesuai RAB harus 15 Cm, lebar jalan 2,5 Meter, panjang 1.000 Meter. Namun pada kenyataan nya tebalnya rata rata hanya 12-13 Cm, bahkan di beberapa sudut jalan ada yang hanya 9 centi meter. Dan panjang jalan masih kurang 30 meter lagi, namun pekerjaan sudah dianggap selesai.
Ketika hal ini dikonfirmasi kan kepada ketua TPK desa Sukajaya, pak Usman mengatakan, mohon maaf hal ini saya tidak tau, karena dalam pembangunan jalan ini saya tidak diikut sertakan, serta tidak tau menahu, karena perintah kepala desa memerintahkan kepada ketua LPM desa Sukajaya untuk mengambil alih, karena kata kepala desa untuk pelaksanaan pembangunan yang berasal dari dana Samisade tidak harus dikerjakan sesuai dengan dana desa dari pemerintah pusat, jadi boleh dikerjakan siapa saja. Dan tidak harus diketahui ketua TPK desa, ucap nya. Oleh sebab itu maka selayak nya dipertanyakan pada ketua LPM desa Suka jaya selaku pimpinan pekerjaan tersebut, ucap Usman pada awak media.
Ketika kepala desa Sukajaya di hubungi lewat salauran telelphon whattsUp, beliau lagi ada acara kegiatan di luar kota, maka dikonfirmasikan kepada Acep ketua LPM desa Suka jaya ketika diminta tanggapan nya melalui Whattsup mengatakan, bahwa saya tidak terima bila dikatakan ada penyelewengan disana, karena tebal jalan itu lebih dari 15 centi, dan lebar ada yang sampai 3 meter, ucap nya. Oleh karena itu maka jangan asal bicara sebelum dilihat dan di cek ke lokasi, ucap nya pada awak media.
Dan hasil pengerjaan itu sudah dilakukan pengukuran oleh team dari kecamatan Jonggol serta kami juga diawasi kerja oleh team dari PU, katanya. Namun sangat di sayangkan ketika team awak media datang melihat lokasi, amat jauh berbeda bahkan kondisi jalan sudah ada yang retak, walau masih beberapa minggu selesai dibangun yaitu diakhir tahun 2021 lalu.
Demikian juga dengan beberapa warga desa, yang melihat team awak media dan LSM yang datang melihat kondisi jalan ke lokasi, beberapa dari mereka mengatakan, bahwa tebal jalan tidak mungkin lebih dari 15 centi, karena setiap pinggir jalan sudah ada mal atau papan ukuran tinggi nya, jadi gak mungkin hal itu, karena sudah dapat dipastikan akan tumpah kemana mana coran nya, ucap nya. Dan dasar dari pengecoran jalan ini juga sudah kurang material perkerasan, karena hanya ditabur batu bescos dengan jumlah yang sangat minim, maka ditambah kan dengan batu batu padas yang memang banyak di jumpai dilokasi, ucap mereka. Tidak ada mesin pengeras, jadi dapat kami pastikan bahwa kualitas jalan ini sangat diragukan, tambah mereka.
Seseorang tokoh masyarakat yang tidak ingin namanya disebutkan dalam berita ini mengatakan, bahwa sudah kebiasaan kepala desa kami ini melakukan hal yang begini, selalu mengambil keuntungan pribadi dahulu sebelum dilakukan pembangunan nya, dimana dia berani melakukan pemotongan dimuka, berupa fee untuk dia pribadi, maka ketika proyek akan dimulai, maka Kontraktor yang mau ikut berpartisipasi akan mundur, karena nilai proyek nya jelas akan berkurang banyak, karena dipotong oleh kepala desa kami yang tercinta ini, ucap nya.
Dalam hal ini lah yang sangat kami takutkan, karena penyalah gunaan jabatan beliau, maka banyak pekerjaan pembangunan dilakukan oleh orang yang dekat dengan dia pribadi saja, tidak perduli dengan peraturan yang berlaku, jelas nya.
Apakah nanti bisa ketua LPM mempertanggung jawabkan pekerjaan itu dalam laporan nya ke atasan nya, saya ragukan itu, jelas nya. Dan saya yakin bahwa semua ini sudah di koordinasikan dengan pihak kecamatan serta yang turut kemarin dalam kegiatan pengukuran itu, tambah nya.
Demikian juga dengan tanggapan dari ketua bidang perencanaan LSM Lingkar Merah Putih Nasional ( LMPN ) Dinomartin siallagan mengatakan, bahwa dalam kunjungan ke lokasi ini, kita yang mendapat laporan dari masyarakat, dan disini kita menemukan banyak hal yang terjadi kesalahan, dimana dalam bangunan jalan desa saat ini sudah dapat dipastikan adanya penyunatan anggaran, untuk memperkaya diri pribadi, baik yang dilakukan oleh pimpinan di desa ini, baik yang dilakukan oleh team pelaksana, ucap nya. Itu sudah jelas dapat kita lihat, karena dari jawaban konfirmasi pihak media pada ketua LPM sangat bertolak belakang, dimana ketua LPM desa sukajaya berpikir bahwa tidak mungkin awak media dan LSM akan datang ke lokasi, namun anggapan nya jauh dan terbalik, ucal nya.
Dalam hal ini juga dapat kita lihat akan kehebatan dari kepala desa Suka jaya, yang mana dalam pelaksanaan pembangunan kali ini, keluar statement nya yang mengatakan bahwa tidak perlu team resmi dari desa untuk melaksanakan nya. Hal itu adalah penyalah gunaan wewenang, dan ini sangat menyalahi peraturan, jelas nya. Dan temuan kita pada hari ini akan menjadi dasar dan  bukti untuk laporkan kepada pihak yang berwajib dan institusi yang berwewenang melakukan tindakan atas hal ini, karena memang sudah menjadi tugas kita untuk melaporkan nya, sesuai dengan tugas dan tupoksi kita sesuai dengan peraturan, ucap nya mengakhiri. ( Din’s )
Shares

BACA JUGA

Konflik Eks Pekerja dan PT.San Xiong Steel berakhir damai

Ade Darmansyah