Poros Indonesia, Sungailiat Bangka – Penambang mengeluh akan penutupan TI di lokasi Nelayan satu dan Jalan laut Sungailiat kabupaten Bangka. Hal ini dikarenakan banyak sekali dampaknya kepada masyarakat setempat, baik itu pedagang kali lima dan warung – warung disekitar penambangan.
Hal ini diucapkan pak EP ( inisial ) salah seorang masyarakat setempat yang bekerja sebagai nelayan. Mereka semua sangat mengeluh akan penutupan TI di Nelayan satu dan Jalan laut, dikarenakan tidak ada lagi pemasukan mereka untuk menyokong perekonomian serta menyambung hidup. Dimana pekerjaan mereka sebagai tukang sepit yang mengantar jemput penambang.
Masih EP, bahwa sebelum penambangan ditutup, dia merasa sangat terbantu ekonominya bersama masyarakat setempat, hal ini dikarenakan tidak bisanya mereka melaut disebab kan oleh ombak dan gelombang besar, maka sebab itu, sejak adanya penambang di sekitar tempat tinggal nya, mereka sangat terbantu, ucap EP pada awak media ini.

Demikiam juga dengan GN, salah seorang penambang mengatakan bahwa semenjak TI ditutup perekonomian mengalami pailit, ucap nya. Hal ini dikarenakan kekurangan lapangan kerja dan juga penambangan itu adalah penyokong perekonomian utama mereka, maka membuat mereka sangat kesusahan, bahkan GN berkata secara bergurau bahwa ” kami sudah gak terlalu betah dirumah, karna takut ada piring terbang dirumah, yang diciptakan orang rumah ” ucap nya.
Oleh sebab itu maka kami meminta dengan sangat kepada bapak bupati untuk mencari solusi nya, dimana kira kira kami dapat melakukan tambang rakyat, jangan biarkan kami menderita, ucap nya mengakhiri. ( A. Rais )
