DAERAH

Diminta Pemkot Palembang dan instansi terkait berikan pengawasan yang baik pada pelaksana proyek di Kota Palembang.

Porosinsondonesia.id Palembang – Ulah Para pelaksana proyek dalam proyek pemerintah memang beragam, termasuk dengan mengurangi volume pekerjaan agar merekaemperoleh untung berlipat. Hal ini terjadi dalam pelaksanaan proyek jalan cor di RT 25 RW 10 Kelurahan Sako, kecamatan Sako kota Palembang.

Ketika awak media menanyakan pada mandor pelaksana proyek, berapa panjang dan lebar jalan dan ketebalan nya yang harus di kerjakan,  Jauhari atau sang mandor hanya bisa menjawab, panjang nya 90 meter, lebar 4 dan 3 meter, tidak rata, jawab nya.ketebalan nya mengikuti apa yang sudah ada pertama jawab nya.jadi tebal nya tidak tentu pak, jelas Jauhari.

Jadi pada intinya, kami juga tidak di kasih tau pborond pak, tabah Jauhari ( Jo ) pada awak media ini .

awak media menanyakan sama jauhari, lagi yang punya proyek siapa dan papan impormasi kalian mana, jawab si jauhari, kepada awak media tidak ada papan

Diduga proyek pl jalan cor beton bnyak mengurangi volume warga minta PUPR turun tidak jelas bongakar.

Porosindonesia id palembang 10 agustus 2024.

terulang lagi saat awak media mengujungi pengcoran jalan jenis cor beton yang terletak di jalan mataram 2, RT 25. RW 10 kelurhan sako kecamatan sako.

BACA JUGA :   Banjir di kecamatan Pitumpanua & Keera sudah surut, aktivitas masyarakat kembali normal.

awak media mewawancari salasatu mandor inisal jauhari (jo) yang di utusakan oleh pihak cv/ pemborong proyek, awak media menyakan kepada jauhari berapa pajangnya/ lebar dan ketebalan.

jauhari mengatakan kepada awak media saat di wawancari jawab nya pajang jalan cor ini 90 cm lebara 4 cm kurang lebih karena berpariasi ketebalan saya tidak tau pak, kata jauhari.

awak media mejawab ko, tidak tahu ketebalan nya berapa, ya pak ungkap jauhari kepada awak media., jadi kalin kerja tidak di kasi tau oleh pihak pembrong betul ungkap jauhari (jo). Jauhari menambahkan bahwa pemilik proyek bernama Badaruddin dan proyek ini tidak ada papan informasinya, yg bertujuan untuk membuat masyarakat bingung.

Ketika awak media menyakan kepada warga sekitar, kapan mereka mengerjakan jalan tersebut, warga mengatakan bahwa mereka mengerjakan di saat warga lelap ter tidur antara jam 3 hingga jam 4 subuh, jawab warga. Hal ini patut dipertanyakan pak, sebab jelas mutu jalan kami ini sangat jelek, ucap mereka tidak puas. Coran nya sangat tipis, membuat jalan kami ini lembut, jawab mereka menambahkan. Dan pasti nya, jalan kami ini akan cepat rusak, sebab coran nya sangat tipis, ucap Bu Siti dan pak Herman menambahkan. Baru koral untuk dasar nya pun kami tidak lihat, jawab pak Herman. Dan juga pengerjaan jalan ini berjalan tanpa pengawasan sehingga para pekerja bekerja semua nya, yg penting selesai, ucap mereka serentak .

BACA JUGA :   Jaga Kondusivitas Siwa, Personel Gabungan Pitumpanua Gelar Apel Kesiapsiagaan Malam Tahun Baru

Ketika awak media mencaba menggali keterangan lebih lanjut, Mandor Jauhari mendekati awal media ini, dengan perkataan pak, ada titipan dari pak Baharuddin, ucap nya seraya berikan uang 100.000

Jauhari sang mandor berusaha menyuap warwan dengan uang 100.000, namun ditolak tegas oleh wartawan media ini. Hal ini patut menjadi perhatian Pemkot Palembang dan instansi terkait, agar pembangunan di kota Palembang tepat sasaran dan berjalan dengan baik, harap masyarakat tersebut. Bila tidak sesuai dengan kontrak, seharus nya Pemkot bisa bongkar jalan yang sudah di kerjakan..

( Pirladi )

 

Shares

BACA JUGA

Diduga jadi ajang main mata pemborong dan PPK, pengecoran jalan Sukabagun dua kota Palembang jadi ajang korupsi.

Ade Darmansyah