DAERAH

Diduga proyek jalan cor beton di Perumahan Griya alam sejahtera RT 05 RW 02, kelurahan Sukamulya kecamatan Sematang borang kota Palembang tidak sesuai RAB tender.

Porosindonesia.id Palembang – Pengerjaan pengecoran jalan di kecamatan Semarang borang diduga tidak memenuhi prosedur PU PR.

Ketika awak media ini hendak ke tempat kantor perumahan Griya alam sejahtera RT 05 RW 02, kelurahan Sukamulya kecamatan Sematang borang terlihat ada pekerjaan jalan cor beton.

Awak media langsung menghampir seorang warga yang bernama nya pak Rasit, yang tinggal tepat di depan lokasi pengcoran jalan. Maka awak media meminta tanggapan pak Rasit terkait pelaksanaan pengecoran jalan ini. Gak ini dikarenakan pihak pelaksana atau pemborang sudah tidak berada di lokasi pekerjaan lagi, walaupun pekerjaan pengecoran tersebut belum selesai dikerjakan.

Pak Rasit mengatakan kepada awak media saat awak media mempertanyakan berapa panjang nya dan lebar, ketebalan, maka pak Rasit menjawab, panjang sekitaran 310 meter, kurang lebih lebar nya sekitaran 4 meter, kata pak Rasit namun untuk ketebalan saya tidak tahu, ucap beliau.

Ketika awak media menanyakan lagi pada pak Rasit, apakah mereka bekerja sesuai peraturan PU PR ? Pak Rasit menjawab saya kurang paham dengan hal itu, jelas nya.

BACA JUGA :   Proyek rabat beton Dana Desa di Nagori Jawa Baru kabupaten Simalungun diduga mark-up anggaran.

Ketika awak media menjelaskan kepada pak Rasit apakah para pekerja memakai atribut K3 seperti helm dan baju rompi, P3K dan punya papan informasi yang dipasang pada salah satu sisi jalan yang sedang dikerjakan ini ?

Pak Rasit menjawab, bila tentang apa yang bapak tanyakan, jelas mereka para pekerja dan pemborong tidak memenuhi syarat PUPR, karena disepanjang jalan yang di cor ini tidak ada papan informasi sebagai mana yang telah diamanatkan dalam UU no 14 tahun 20O8, bahwa papan informasi wajib di pasang dan K3 wajib di perhatian, jawab nya dengan pasti.

Lalu awak media mengecek ketebalan coran beton nya yang disaksikan oleh warga dan pak Rasit yang ada di lokasi proyek, ditemukan bahwa ketebalannya hanya 5-7 Cm kurang lebih, dan hal ini sangat berbeda dari yang biasa dilakukan dalam pengerjaan pengecoran, hal ini di duga ada indikasi korupsi dan mencari keuntungan lebih yang mengakibat kan berkurang nya mutu jalan yang sedang dikerjakan.

BACA JUGA :   Siap Siaga Pangan Jelang Ramadhan, Kabupaten Bandung Gulirkan Gerakan Pangan Murah

Oleh sebab ditemukan nya temuan ini, maka warga sekitar meminta pihak PUPR kota Palembang beserta Dinas atau instansi terkait diminta untuk melakukan sidak turus kelokasi, disebabkan marak nya ditemukan korupsi pembangunan jalan dimana sering terjadi pengurangan volume dan mutu meterial yang di pergunakan.

( Ladi gondrong )

Shares

BACA JUGA

Dokter Siska : ” Setiap Anak -anak Anggota Pramuka Jabar Diberikan Kesempatan yang sama memiliki Jalur Pendidikan “

Ade Darmansyah