Porosindonesia.id Palembang – terkait dengan isu dan laporan dari para orang tua siswa SMA N 16 kota Palembang, akan banyak nya penyelewengan kekuasaan dan wewenang yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA N 16 Palembang, maka awak media hendak mengkonfirmasi halbtersebut kepada kepala sekolah. Yang mana menurut orang tua siswa SMA N 16 mengatakan bahwa uang komite dan uang bangunan wajib di bayar dan di tagih oleh pihak sekolah dan wajib di bayar oleh siswa.
Salahvseorang wali siswa yang tidak mau di sebukan nama aslinya berinisl F menjelas kan kepada awak media bahwa benar ada nya uang komite dan uang banguan di SMA N 16 yang beralamat di Lebak murni kelurahan Dako kecamatan Sako.
Akhir nya setelah satu minggu atau tepat nya pada hari Jumat, awak media datang ke sekolah untuk konfirmasi, tetapi saat itu ketemu Humas bernama pak Iskandar, awak media menyakan ada buk Ema, Iskandar Humas menjawab ada, tetapi bapak tunggu di sini ucap nya, saya laporan dulu sama bu Ema, ucap pak Iskandar, akhir nya iskandar keluar dari ruang bu Ema, kata iskandar bahwa Ibu Ema, nya tidak bisa di ganggu dia lagi ada zoom, awak media menjawab apa bisa di tunggu pak ? tidak bisa ungkap Ikandar kepada awak mediw. Maka awak media pun keluar lah dari lingkungan sekolah.
Setelah beberapa menit ada seseorang menelepon awak media, berinisal RNG. Dia menelpon awak media menyakan ada apa datang ke SMA N16, jawab awak Media mau konfrmasi., kompirmasi apa ungkap TNG, awak media jawab lagi masalah kemaren ungkap nya kepada TNG.
Dugaan kuat suruhan ibu Ema, karena hanya selang bebeberap menit padahal Humas Iskandar mengatakan kepada awak media bahwa ibu Ema tidak bisa di gangu, tetapi menelepon oknum berinisal TNG, ko bisa, ucap nya seraya bertanya.
Menurut informasi DF, ibu Ema tidak mau ketemu awakmedia, dn ditambahkan dengan ucapan bahwa awak media sering merekam dan memvidio kan saat ketemu ibu Ema, namun itu hanya alasnya, kenapa harus takut kalau benar dan tidak salah.
Awak nedia juga kalau tidak merekam ibu Ema dan Riyan gumay saat pertemun satu kali mau mejebak awak media dan teman nya, dengan mengiming imingi uang senilai dua juta hingga tiga juta, tetapi awak media menolak nya dengan tegas, maka nya ibu Ema dan kru nya mengatakan berita awak bohong. Maka sudah sepantas nya diduga sudah terbiasa saudari Ema memutar balikkan fakta demi kepetingan pribadi.
Wali siswa dan siswa SMA N 16 kota Palembang dan berserta guru-guru, yang diduga pungli di sekolah SMA N 16 sangat berharap di tindakan lanjuti oleh gubunur Sumsel HERMAN DERU dan menteri pendidikan,turun lansung ke Sumsel. Sebab diduga dinas pendikan provinsi tidak berani bersikap tegas dengan ada nya pungli di sekolah negeri yang ada di kota palembang. dan rakyat, sumsel wali siwa kuhsus nya kota palembang memohon kebijakan pemerintah daerah dan pusat atas hal tersebut.
( pirladi)
