Porosindonesia.id kabupaten Bagor – Berbagai macam ulah manusia untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, walaupun mengorbankan manusia lain nya. Hal ini patut menjadi perhatian pemerintah saat ini.
Seperti yang terjadi di pasar Cileungsi kabupaten Bogor baru baru ini, yang persis dialami awak media ini. Disaat pulang dari kerja nya, berhubung sudah malam menjelang, tepat pada jam 23,25 WIB, dikarenakan memang harus melewati pasar tersebut menuju kediaman nya, dia mampir untuk membeli lauk untuk berbuka saur di subuh pagi hari nya, dengan membeli daging ayam yang dijual di pasar Cileungsi.
Dengan harga 35.000/ kilo/ ekor, maka daging ayam itu di bawa kerumahnya dan di olah untuk disantap pada saur subuh hari nya. Namun sayang nya, pada saat sudah di rebus dan digoreng, anak nya mengatakan pada saat hendak memakan daging ayam tersebut, ” pah, kok daging ayam tiren nya bau “, dengan spontan awak media ini merampas daging tersebut dari tangan anak nya yang masih kecil, agar tidak di lanjutkan dimakan.
Ketika dia mencium daging tersebut, dia langsung mengatakan, bungkus semua nya, termasuk dengan yang belum di masak dengan bumbu, agar di kembalikan pada penjual tersebut, katanya.
Dan setelah nya dia kembali keluar rumah menuju pasar untuk menjumpai penjual, namun penjual sudah tutup karena waktu sudah pukul 2 pagi dinihari, dan mereka akan ganti penjual, ucap pedagang di samping atau sekitar pedagang daging ayam itu.
Setelah itu, awak media media ini langsung menuju Polsek Cileungsi untuk melaporkan apa yang di alami, dan membawa daging ayam yang tidak jadi dikonsumsi karena bau yang menyengat.
Namun sayang, Polsek Cileungsi bukan menolak laporan warga, namun karena kekurangan personil dan team, maka anggota Polsek Cileungsi mengarahkan agar melaporkan temuan tersebut ke Polres Bogor, dikarenakan yang menangani hal tersebut Polsek Cileungsi belum memiliki unit Tipiter. Yang mana team Tipiter hanya ada di Polres dan Polda, jelas nya. Dan terkait permasalahan ini, kami tidak bisa bertindak sendiri, sebab harus koordinasi dengan instansi lain nya, karena hal ini menyangkut Undang Undang kesehatan, jelas personil Reskrim Polsek Cileungsi memperjelas.
Awak media ini mengatakan, pada hakikat nya saya tidak terlalu memikirkan kerugian saya, hanya saya kasihan akan masyarakat lain nya, yang akan menjadi korban selanjut nya, dan agar membuat efek jera kepada oknum pedagang ayam tiren tersebut, ungkap nya.
Apalagi pada saat seperti sekarang ini, di bulan suci Ramadhan saat ini, masyarakat sedang menjalan kan ibadah puasa, namun masih banyak pedangan yang makin tidak punya hati nurani, dengan menipu masyarakat demi keuntungan pribadi, walau itu jelas menyalahi Undang Undang, jelas nya.
Oleh sebab itu, kepada pemerintah kabupaten Bogor, dengan instansi terkait, serta Satgas Pangan agar memperhatikan peredaran daging ayam Tiren, apalagi nanti menjelang lebaran, agar masyarakat tidak terkena keracunan akibat mengkonsumsi ayam tiren tersebut, harap nya.
Warga pengunjung pasar Cileungsi yang mendengar perbincangan awak media dengan pegangan lain nya disekitar los pedangan ayam tiren tersebut, sangat berharap banyak akan tindakan yang akan diambil dinas kesehatan kabupaten Bogor dan dinas ketahanan pangan, serta Disperindag kabupaten Bogor, sebab sebenar nya sudah sering masyarakat mengeluh dengan hal seperti ini, ucap mereka. ( DS )
