DAERAH

Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung upaya mempromosikan Kondom Pria ( M.O.P.) di Kabupaten Bandung.

Poros Indonesia, Kabupaten Bandung – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung berupaya percepatan menurunkan Stunting dan juga mempromosikan Kondom Pria ( M.O.P. ) di acara pertemuan pengurus paguyuban KB Pria di Saung Rasa, Gading Tutuka , kabupaten Bandung, Kamis, 23 Februari 2023.

Menurut Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung H.M.Haerun, SH, MH, kegiatan ini diadakan karena ada kaitannya hubungannya dengan Bangga kencana, keluarga berencana , Ini diantaranya, pertama masalah perkawinan usia anak usia dini cukup tinggi, yang kedua jumlah Akseptor KB Pria yang masih rendah yakni dibawah 1% dan ketiga masalah Stunting yang masih tinggi,” kata Haerun.

Bagaimana peran Pengurus Paguyuban KB Pria ini bisa berperan untuk mengurangi angka tersebut di masing masing wilayahnya.

Kami ingin Pengurus Paguyuban KB Pria ini ikut serta dalam upaya penyebaran informasi tentang cara ber-KB Pria baik dengan MOP (Medis Operasi Pria) atau Vasektomi maupun dengan KB Kondom. Untuk ini kami menggandeng pimpinan Perusahaan KB Kondom untuk memberikan edukasi tentang jenis dan tehnik pemakaianya yang tepat, sebagai pembekalan dalam sosialisasi mereka di wilayahnya,” paparnya.

BACA JUGA :   Nelayan menjerit ada pelabuhan Nusantara Sungailiat Bangka tapi tidak bisa di dengan leluasa di gunakan untuk bongkar muat para nelayan

Sementara, Kepala Bidang KBKS (Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera) DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Dra Ela Hafla, M Si, menambahkan, program sosialisasi edukasi KB Pria tersebut. Bahwa selama ini masih ada kesenjangan tingkat partisipasi akseptor KB antara perempuan dan Pria. Masih selalu perempuan saja yang ikut peserta KB.

Sementara kita itu kan sudah ada kesetaraan Gender. Jadi harus ada peran pria juga dalam rangka mendukung upaya pencapaian Program Bangga Kencana,” harapnya.

Lanjut dikatakan Ela, salah satu strateginya yakni bagaimana kader kader itu terutama Paguyuban KB Pria ini diberikan edukasi untuk mensosialisasikan tentang KB Pria. Dalam hal ini KB pria ada dua cara yaitu KB Kondom dan KB MOP atau Vasektomi.

“Kedua hal ini yang harus di sosialisasikan mepada masyarakat terutama yang sudah punya anak dua,” tegas Ela.

Adapun dalam upaya percepatan penurunan Stunting, kata Ela, DP2KBP3A Kabupaten Bandung, tugas dan fungsinya yaitu mengedukasi mengubah perilaku. Karena upaya penurunan Stunting ini dikerjakan secara kolaboratif integratif oleh semua dinas. Dikerjakan secara berkolaborasi yang teriintegrasi sesuai dengan Tupoksinya masing masing, mengacu kepada keinginan pemerintah pusat untuk memberantas Stunting dari Hulu.

BACA JUGA :   Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna hadir langsung pada pemberian remisi umum warga binaan pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung.

“Kami edukasi masyarakat dengan sasaran para remaja apakah secara fisik sudah pantas menikah atau tidak atau secara ekonomi sudah siap atau belum. Kemudian edukasi kepada ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilanya per-smester atau per-triwulan. Kita memberikan edukasi-edukasi supaya masyarakat sasaran resiko Stunting tadi yaitu calon pengantin (catin), remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang punya anak balita terdukasi dengan baik sehingga jangan ada lagi Stunting baru,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh 31 pengurus paguyuban KB Se- kabupaten Bandung dan acara tersebut berjalan dengan sukses para peserta sangat senang dan antusias dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung.

Reporter DY

Shares

BACA JUGA

Pemkab Bandung raih penghargaan terbaik dari BKN Regional III Jabar Banten

Ade Darmansyah