DAERAH

Sungguh tragis nasib ibu Sariati diduga ada unsur pemerasan dan penggelapan dana pembayaran bulanan oleh pihak kolektor PNM

 

Poros Indonesia, Sungailiat – Sungguh tragis nasib ibu Sariati, diduga uang pembayaran bulanan digelapkan oleh kolektor PNM selama dua bulan berturut-turut. 04/11/2022.

Melalui pengacara ibu Sariati.menjelaskan kalau keliennya didatangi kolektor pihak PNM membawa surat lelang pada bulan Oktober kalau membayar uang bulanan maka pihak PNM tidak akan melelang rumah ibu Sariati. Ibu Sariati dengan berbagai cara mendapatkan uang untuk membayar kolektor PNM Rp 5.000.000 (limah jutah rupiah) bulan Agustus – bulan Oktober, berikutnya kolektor PNM datang lagi dibulan Agustus dengan membawa surat lelang dan meminta lagi uang Rp 5.000.000 (limah juta rupiah) untuk menunda lagi agar ibu Sariati tidak di usir dari rumahnya. Ibu Sariati pun dengan menjual motor beserta barang-barang yang ada dirumahnya untuk diberikan ke kolektor PNM yang membawa surat lelang

Menurut pak Suanto Kahir kuasa hukum ibu Sariati, seharusnya kalau sudah ada surat lelang pihak PNM tidak boleh lagi meminta uang buat pembayaran bulanan sampai proses hukum lelang selesai. Pak Suanto Kahir.pengacara ibu Sariati pun mengatakan kalau disini ada unsur pidana yang dilakukan pihak kolektor PNM.

BACA JUGA :   WakaPolres Bangka Ayu Kusuma patut diacungkan jempol berani berada ditengah-tengah Pendemo

Menurut ibu Sariati ada bapak Alex yang mengatakan kalau dia pemenang lelang rumah ibu Sariati sebesar Rp 150.005.000
(Seratus limah Puluh juta limah ribu rupiah) dari lelang dan mengosongkan isi rumah juga mengunci rumah beserta memutuskan aliran PLN ibu Sariati.

Ibu Sariati pun meminta agar Presiden Joko Widodo untuk peduli dengan nasib kami ucap ibu Sariati yang hanya masyarakat kecil yang di permainkan oleh orang-orang PNM.

Pak Suanto Kahir pun selalu kuasa hukum ibu Sariati.merasa iba dan membantu ibu Sariati, tanpa pamrih dan tidak meminta bayaran apapun dari keliennya yang merasa tergugah, yang mengatakan seandainya itu orang tua kita bagaimana, coba perasaan kita, apakah kita tega melihat keadaan ibu Sariati.begitu, juga kami awak media merasa tergugah untuk memberitakan keadaan ibu Sariati yang memilukan yang sudah habis-habisan membayar sesanggupnya agar tidak diusir dari rumah tempat tinggalnya yang sudah di tempatk puhan tahun atau sudah beberapa generasi

Ibu Sariati juga mengatakan kalau kami memang mau menjual rumah kami maka sudah dari dulu ada orang cina yang mau membayar rumah kami miliaran beberapa tahun yang lalu, namun kami tidak menjualnya, ucapnya.

BACA JUGA :   Semarak Ramadhan 1443 Hijriah, ketua LSM Pemuda Peduli Ekonomi Babel mengajak untuk berbagi berkah.

Ibu Sariati pun mengatakan, kami sudah membayar selama 13 kali sebesar 5.000.000 (limah juta rupiah) tiap bulan dan nominal pinjaman kami sebesar Rp 90.000.000.(sembilan puluh juta rupiah), kecuali kami tidak ada niat buat bayar kemungkinan rumah kami bisa di sita atau dilelang, ucapnya. (Abdul Rais)

Shares

BACA JUGA

Berguru Ke Bukittinggi, Bupati Bandung Tiru Pengelolaan Wisata Jam Gadang

Ade Darmansyah