Pantauan di lokasi, momen itu terjadi saat sejumlah wartawan menunggu kedatangan Ferdy Sambo yang hendak masuk ke ruang sidang, di ruangan resepsionis gedung tersebut.
Para awak media berada di ruangan resepsionis ketika Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengizinkan masuk.
Saat itu, puluhan wartawan berhamburan masuk ke dalam ruangan resepsionis setelah diizinkan. Personel Polri dan beberapa anggota Brimob yang berjaga di dalam gedung membuat pagar betis.
Hanya saja, banyaknya awak media yang hadir membuat situasi sempat memanas, tegang.
Sontak, seorang anggota Brimob berseragam lengkap dengan kacamata hitam membentak awak media dengan nada tinggi di lokasi.
“Woi wartawan, dengar kalian, kalau tidak tertib saya tidak peduli, keluar kalian semua,” bentak anggota Brimob itu sembari mengacungkan jari telunjuk tangan kiri.
Para awak media yang berada di lokasi pun sesaat diam, kemudian langsung keluar dari gedung dan meliput sidang itu dari luar ruangan, yang dapat dilihat gambar visual nya, namun tidak dapat mengetahui proses secara keseluruhan nya, sebab gabar visual tidak ada suaranya, karena sidang kode etik tersebut dilakukan secara tertutup.
Para awak media telah mencoba meminta tanggapan kejadian tersebut kepada Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Namun, hingga berita ini di terbitkan belum mendapatkan respons.
Irjen Ferdy Sambo menjalani sidang etik di Gedung TNCC Mabes Porli, Kamis (25/8). Ini merupakan pertama kali Ferdy Sambo muncul setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Pantauan di lokasi, tampak Irjen Ferdy Sambo menghadiri sidang dengan berpakaian dinas lengkap. Alumnus Akpol 1994 itu masuk ke ruangan sidang sekitar pukul 09.28 WIB. Irjen Ferdy Sambo sudah tiba di Gedung TNCC Mabes Polri sekitar pukul 07.30 WIB.
Sidang etik sendiri dipimpin oleh Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Ahmad Dofiri.
Adapun para anggota komisi terdiri dari Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi, Kepala Divisi Propam Polri Irjen Syahardiantono, Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Irjen Yazid Fanani, dan Analisis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Mabes Porli Irjen Rudolf. ( berbagai sumber/ Red)
