Poros Indonesia, Sungailiat – Ketua umum MUI Propinsi Bangka Belitung, Dr. Zayadi, M. AG, Acara dihotel tanjung pesona Sungailiat kabupaten Bangka Secara umum dari Komisi Fatwa akan melihat persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat kita dalam perspektif agama, dalam kaitannya dengan hukum-hukum keagamaan, dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat kita Kamis (16/06/2022)
” Nanti Komisi fatwa akan mengidentifikasi persoalan-persoalan itu, sehingga akan diambil langkah hukumnya seperti apa, yang penting ada untuk permaslahatan umat kita, sehingga umat kita tidak ragu untuk melakukan hal-hal yang terkait dengan makanan, minuman, wisata halal. Itu yang akan dilakukan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia.
Kemudian LPPOM akan mempercepat proses sertifikasi halal dan produk halal. Alhamdulillah Kabupaten Bangka terus terang yang dibantu sepenuhnya oleh Bapak Bupati memiliki UKM, terbanyak di Propinsi yang sudah disertifikasi. Kita sudah mensertifikasi PP sebanyak 2.200, di antara itu karena dukungan dari Bapak Bupati.
” Mudah-mudahan efortnya hari ini dapat lagi mempercepat proses produk halal kemudian bagaimana halal ini menjadi gaya hidup kita sehingga masyarakat Bangka lebih peduli dengan produk halal jelasnya
Terakhir kegiatan ini disupport oleh Bapak Bupati, mulai dari hotelnya, konsumsinya. Terima kasih banyak Bapak Bupati. Ini kabupaten yang paling besar supportnya terhadap Kongres Halal Internasional yang dilaksanakan mulai tanggal 14-18 Juni.
” Jadi kita perlu maknai wisata halal bukan proses islamisasi, bukan proses mensyariahkan sesuatu yang ada di destinasi wisata kita. Tapi kita menyediakan fasilitas keagamaan termasuk halal food makanannya, minumannya, tempat sholat, tempat wudhu yang baik, agar ketika mereka berkunjung ke kita menjadi tenang. Dan aspirasi keagamaan terpenuhi ungkapnya

Untuk wisata yang lain kita silahkan, tetapi tempatnya dipisahkan. Misal yang halal di sini, yang non halal disana. Jadi ketika orang non muslim datang ada juga tempatnya. Kita tidak mengislamisasi destinasi. Itu yang kita maknai dengan wisata halal. Kita sediakan makan-makanan yang halal kita siapkan, yang non halal dipisahkan tempatnya.
” Selamat datang kepada peserta Kongres Halal, pemerintah Kabupaten Bangka sangat menyambut baik kegiatan ini. Bahwa kita harus memiliki komitmen kita kepada rakyat di Republik ini agar tidak ada keraguan sebagai konsumen untuk mengkonsumsikan baik makanan maupun alat kosmetik.
Ketua MUI harus mendorong produk-produk halal. Dan kita bersama-sama mendakwakan produk halal, agar masyarakat tidak ragu. Kita harus identik halal. Jaminan kepada masyarakat”, khususnya di Kabupaten Bangka. (Imron)
