DAERAH

Warga tiga lingkungan di kelurahan Matras lakukan aksi damai Petisi dukungan tambang rakyat

Poros Indonesia, Sungailiat Bangka – Aksi damai dilakukan oleh warga masyarakat 3 lingkungan kelurahan Matras Sungailiat. Aksi ini dilakukan atas kekecewaan masyarakat dikarenakan kegiatan mereka melakukan tambang rakyat dihentikan oleh pemerintah atas keberatan dan laporan dari pihak ketiga.

Jawahir seorang warga masyarakat mengatakan bahwa kegiatan tambang rakyat adalah sumber mata pencaharian kami sehari – hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami.  Dan kami sangat kecewa karena yang memberhentikan dan yang keberatan akan kegiatan kami adalah yang nota bene nya bukan warga sekitar kegiatan tambang, ucap nya.

Kami sangat kecewa karena kami diusik mencari makan di kampung kami sendiri,  katanya. Kami sudah mau lakukan musyawarah, agar kita semua dapat mengambil jalan keluar nya, namun mereka tidak hadir dalam pertemuan ini, jadi mau dirundingkan dengan siapa lagi, jelas nya.

Kegiatan kami, kami lakukan dikampung kami sendiri, kampung nenek moyang kami, kok kami jadi diusik, sesal nya.

Aksi ini terjadi karena ketidakhadiran Ketua DPC HNSI kabupaten Bangka Lukman S.Pd yang telah diundang untuk berduskusi dan musyawarah melalui surat undangan tertanggal pertemuan pada Jumat 18 Maret 2022, tempat Masjid Baitul Makmur jalan Laut, jam 13,00 WIB hingga selesai. Namun Ketua DPC HNSI kabupaten Bangka tidak hadir, yang hadir adalah perwakilan, yang diwakili oleh Johan Murod selaku Ketua DPD HNSI provinsi Babel.

BACA JUGA :   Bupati Bandung dampingi kunjungan dari FIFA (Federation Internationale de Football Association) melihat kesiapan Stadion Sijalak harupat

Johan Murod mengatakan bahwa saya pasti hadir, karena tidak mungkin kita melarang warga mencari nafkah dikampung nya sendiri, jelas nya.

Dan saya sampai kan juga bahwa Lukman juga tidak melarang, hanya minta agar  diaturlah dengan baik waktu nya, agar tidak mengganggu pada kegiatan belajar anak – anak sekolah, yang mana para guru sekolah mengeluhkan kebisingan suara mesin yang mengganggu kegiatan anak anak sekolah dalam belajar, karena suara tidak kedengaran, ucap nya.

Turut hadir kepala lingkungan jalan Laut, kepala lingkungan kampung pasir, kepala lingkungan Air hanyut, para ketua RT ditiap lingkungan, terlihat juga anggota Polres Banhka dan Babinsa dari Koramil Sungailiat untuk memonitor aksi, para penambang dari warga tiap lingkungan dan tokoh agama. Dalam aksi demo ini tidak ada terjadi aksi yang berlebihan dan anarkis serta berjalan lancar dan aman dan diputuskan agar bersama sama menghadap Kapolres Bangka untuk menyampaikan aspirasi mereka. (Abdul Rais).

Shares

BACA JUGA

Dalam rangka HUT Bhayangkara ke 79, Kapolsek Urban pitumpanua silaturahmi dengan Camat, tokoh masyarakat, media dan LSM.

Ade Darmansyah