DAERAH

Bupati Bangka Mulkan sambut kepala kejaksaan negeri Sungailiat yang baru

Sungailiat, Poros Indonesia – Bertempat di rumah dinas Bupati Bangka, dilakukan acara penyambutan kepala kejaksaan negeri Sungailiat yang baru ibu Futin Helena Laoli S.H.,M.H.  Dalam kata sambutannya. Bupati Bangka Mulkan mengatakan, kami atas nama pemerintah kabupaten Bangka dan juga selaku kepala daerah mengucapkan selamat datang kepada Ibu Kajari Futin Helena laoli S.H.M.H  beserta bapak yang pada hari ini akan mengantar ibu kita untuk bertugas di sini. Hal ini merupakan tugas dari seorang suami, dan menunjukkan rasa kesetiaan nya, walaupun jauh-jauh untuk melihat kondisi tempat kita bekerja, kata Mulkan.

” Dan kami juga mengucapkan selamat bergabung di Kabupaten Bangka, di bumi Sepintu Sedulang. Dan inilah salah satu adat Bangka. Ketika ada suatu acara apapun, inilah yang dikenal tadi sebagai bumi Sepintu Sedulang. Jadi kalau ada acara, masyarakat kita berbondong-bondong membawa makanan dari rumah mereka ke suatu tempat sehingga kita akan makan secara bersama secara lesehan, ucap Mulkan.

Jadi ketika makan bersama itu, siapapun yang datang, baik itu menteri, baik itu presiden, gubernur ataupun pejabat-pejabat lainnya kita tetap duduk bersama. Istilahnya duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Jadi tidak ada pejabat dikhususkan duduk di kursi, semuanya sama. Jadi dalam suatu tempat makanan itu, ada piring, nanti bisa satu tempat makanan itu bisa berempat, bisa beramai-ramai tergantung banyak tidak masyarakat yang mengantarkan makanan jelasnya

BACA JUGA :   Mafia tanah mulai merajalela di lingkungan Parit Pekir RT 01, Bangka. 

,”Kami atas nama pemerintah kabupaten Bangka menyambut baik Kajari yang baru, akan memberi suatu dukungan terhadap pelayanan kepada masyarakat kita di Kabupaten Bangka, Dan kami selaku Pemerintah Daerah selalu meminta pendampingan, kami selalu bersinergi kepada Forkopimda. Apalagi keputusan yang strategis ungkapnya,

Jangan sampai ketika kita tidak berkolaborasi secara bersama-sama, masyarakat akan datang ke Kapolres, datang ke Dandim, jadi dengan koordinasi kita bersama kita putuskan bersama. Jadi kita satu jawaban, tidak ada jawaban yang berbeda. Untuk memberi suatu pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan sinergisitas ini terangnya

Dan juga kami mohon saran dan masukan juga ketika di dalam pelaksanaan pemerintahan ini ada hal-hal secara hukum ada yang kurang pas, inilah yang harus betul-betul kami koordinasikan kepada Bapak Kapolres, Dandim maupun Kajari kita ucap Mulkan

” Kalau di kita paling banter 2 tahun, tidak tahu apakah Kajarinya yang tidak betah. Di sini tidak ada mall, beda dengan daerah perkotaan. Di sini paling ke pantai saja. Inilah kondisi kami di Kabupaten Bangka karena kami daerah kepulauan. Beda dengan kabupaten/kota di luar Bangka Belitung.

BACA JUGA :   Eka Ahmad Munandar Anggota Legislatif dari Fraksi PKS DPRD Kab.Bandung serap aspirasi masyarakat desa Cangkuang Wetan

Dan kami tergantung dengan APBN. 80% kita tergantung dengan APBN. Walaupun kita daerah tambang. Tambang itu langsung ke pusat dulu, ke kas Negara dulu. Baru per tahun di transfer ke kas daerah sekitar 3%. Beda dengan daerah lain yang langsung. Pendapatan ke daerah.jelas Mulkan

Dan juga PAD kami sangat kecil 104 milyar per tahun. Itu juga Senin Kamis, kami untuk mendongkrak pendapatan itu. Jadi memang sangat kecil dan sangat sulit. Apalagi sekarang banyak peraturan di ambil oleh pemerintah pusat.

Sehingga kami meminta dukungan dari semua pihak, support terutama dari Forkopimda kita bagaimana kita meningkatkan PAD kita, karena Kejaksaan merupakan bagian dari Organisasi Pendapatan Asli Daerah kita, karena banyak pelaku usaha kita yang bandel seperti pertambangan juga udang vaname. Jadi harus ada dukungan dari Forkopimda untuk pencapaian -pencapaian pendapatan asli daerah kita” . pungkasnya. (Imron)

Shares

BACA JUGA

Bupati Bandung: OPD Harus Optimalkan Layanan Kebutuhan Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Ade Darmansyah