DAERAH

Direktur PT PTI Bantah Ada Hubungan dengan KIP Cinta IV: “Tidak Ada IUP Laut”, Jawaban Dinilai Belum Memuaskan

 

Porosindonesia.id.”BANGKA SELATAN — Direktur PT PTI, Darwis, memberikan tanggapan singkat terkait dugaan aktivitas mencurigakan pada KIP Cinta IV yang berlabuh di perairan Sukadamai, Pulau Dapur, Kabupaten Bangka Selatan. Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab secara rinci sejumlah pertanyaan mendasar yang diajukan tim redaksi.

 

Tanggapan Singkat Darwis: “Bukan Urusan Kami”

 

Melalui pesan singkat, Jumat (11/09/2026), Darwis menyampaikan bahwa ia baru akan pulang dari Jakarta keesokan harinya dan perlu melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Lebih jauh, ia menegaskan:

 

“Maaf, terkait hal yang ditanyakan saya coba konfirmasi dulu, soalnya tidak ada hubungannya dengan PT PTI. Saya sebagai Direktur dan PT PTI tidak memiliki IUP Laut. Maaf, maaf, maaf.”

 

Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya lebih besar, mengingat KIP Cinta IV selama ini disebut-sebut sebagai milik PT PTI dan beroperasi di wilayah yang menjadi lingkup kepentingan perusahaan tersebut.

 

Belum Menjawab Inti Masalah

 

Menurut tim redaksi, jawaban Darwis belum sepenuhnya menjelaskan poin-poin penting yang menjadi sorotan publik, antara lain:

 

1. Status KIP Cinta IV: Jika bukan milik atau tidak berhubungan dengan PT PTI, kepada pihak mana kapal tersebut sebenarnya bernaung?

BACA JUGA :   Mapolres Bangka terima kunjungan Tim Was Ops Itwasum Polri

2. Sumber Produksi: Jika tidak beroperasi menambang, dari mana pasokan bijih timah yang tercatat sebagai hasil produksi?

3. Aktivitas Naik-Turun Karung Pasir: Mengapa pasir pantai dinaikkan ke kapal lalu diturunkan kembali keesokan harinya? Tujuan sebenarnya apa?

4. Keterlibatan Warga: Siapa yang mengarahkan dan membayar warga untuk melakukan pengangkutan tersebut?

5. Pemberitahuan Resmi: Apakah ada izin atau pemberitahuan kepada instansi terkait atas kegiatan tersebut?

 

Rangkaian Kejadian yang Terpantau di Lapangan

 

Penyelidikan tim lapangan selama kurang lebih dua bulan mencatat hal-hal yang tidak wajar terjadi di lokasi:

 

– Pasir diambil dari bibir pantai, dimasukkan ke dalam karung

– Diangkut menggunakan kapal nelayan menuju KIP Cinta IV

– Dinaikkan ke atas kapal dengan bantuan warga setempat

– Keesokan harinya, puluhan karung tersebut diturunkan kembali ke darat

 

“Beberapa minggu lalu memang ada pengambilan pasir pantai, dimasukkan karung, diangkut kapal nelayan lalu dilangsir ke KIP Cinta IV. Tapi anehnya, keesokan harinya karung-karung itu diturunkan lagi ke darat,” ujar salah satu warga yang memantau langsung lokasi.

 

Keterangan Ketua HNSI DPC Bangka Selatan

 

Ketua HNSI DPC Bangka Selatan, Rambo, mengakui mengetahui adanya pengangkutan karung ke atas kapal, namun tidak mengetahui bahwa karung itu kemudian diturunkan kembali.

BACA JUGA :   PHI Aspirasi di DPRD Wajo, Menolak Penyertaan Modal Pemkab Wajo Pada Perumda Tirta Danau Tempe.

 

“Memang ada warga yang mengangkut karung berisi pasir ke KIP, tapi saya tidak tahu kalau itu diturunkan lagi. Setahu saya KIP itu sedang diperbaiki, kemungkinan pasir itu untuk keperluan perbaikan. Namun untuk kepastian lebih lanjut, silakan tanyakan kepada Direktur PT PTI yang lebih mengetahui hal tersebut,” ucap Rambo.

 

Tiga Pertanyaan Kunci yang Tetap Menggantung

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan memuaskan atas tiga hal mendasar:

 

– Sumber Produksi: Jika KIP tidak beraktivitas menambang, dari mana PT PTI memperoleh bijih timah yang tercatat sebagai hasil produksinya?

 

– Tujuan Sebenarnya: Jika pasir untuk perbaikan, mengapa harus dinaikkan ke kapal lalu diturunkan kembali? Apakah ada maksud lain di balik kegiatan tersebut?

 

– Pengawasan Instansi: Apakah Dinas ESDM dan pengawas izin telah mengetahui dan memeriksa dugaan pola yang berpotensi menyamarkan hasil tambang ilegal ini?

 

Redaksi akan terus berupaya mengonfirmasi kembali kepada pihak PT PTI, instansi terkait, serta aparat penegak hukum guna mendapatkan kejelasan menyeluruh. Perkembangan selanjutnya akan segera diberitakan. (Tim/Abdul Rais).

Shares

BACA JUGA

HNSI, ASTRADA dan PKT siap bersinergi

Ade Darmansyah