DAERAH

Pangkogabwilhan I Pimpin TFG Kesiapsiagaan Gempa Megathrust, Perkuat Sinergi Lintas Instansi di Bengkulu

 

Porosindonesia.id.”Bengkulu — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I selaku Pangkogabpad, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, memimpin langsung kegiatan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka latihan kesiapsiagaan operasional penanggulangan bencana gempa bumi megathrust, yang dipusatkan di Markas Korem (Makorem) 041/Gamas, Bengkulu.

 

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Basarnas, BMKG, hingga unsur pendukung lainnya. Peserta mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui video conference, mencakup wilayah rawan terdampak seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

 

TFG digelar sebagai langkah konkret untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi gempa megathrust yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan Sumatra. Latihan ini difokuskan pada penyamaan persepsi, pematangan rencana operasi, serta peningkatan koordinasi lintas sektor agar respons penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.

 

“Kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman gempa bumi megathrust, khususnya di wilayah Sumatra. Setiap elemen harus memahami peran dan mekanisme koordinasi secara jelas agar penanganan dapat berjalan efektif,” tegas Kunto dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA :   Pemkab Bandung Raih 13 Penghargaan Dalam Peringatan Harganas 2024

 

Dalam simulasi yang dilakukan, peserta membahas secara komprehensif skenario penanggulangan bencana, mulai dari deteksi dini, pengerahan kekuatan, evakuasi korban, penanganan medis, distribusi logistik, hingga langkah pemulihan awal pascabencana.

 

TFG juga berfungsi sebagai media visualisasi kondisi lapangan, sehingga setiap unsur dapat memahami secara rinci siapa melakukan apa, kapan bertindak, dan bagaimana sistem koordinasi dijalankan dalam situasi darurat. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengasah kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan terukur bagi para pimpinan di lapangan.

 

Menurut Kunto, latihan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar instansi sehingga respons terhadap bencana dapat dilakukan secara lebih efektif demi keselamatan masyarakat.

 

“Melalui latihan ini, kita bangun kolaborasi yang solid agar seluruh unsur mampu bergerak serempak dan terkoordinasi saat bencana terjadi,” ujarnya.

 

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen seluruh pihak dalam meningkatkan kesiapan operasional menghadapi potensi bencana alam berskala besar di wilayah Sumatra.(Abdul Rais)

Shares

BACA JUGA

Hati-hati dengan Arman warga Palembang yang bekerja di babel.dengan mengancam istri orang akan membunuh jika tidak mau jalan dengannya

Ade Darmansyah