Porosindonesia.id Palembang – Proyek jalan cor beton yang berlokasi di jalan Rompok lorong Angur satu 1. RT 47. RW 07 kelurahan Lebung gajah kecamatan Sematang borang diduga asal jadi dikerjakan nya.
Berawal dari impormasi warga setempat mengatakan bahwa ada pengencora jalan di Lorong Angur satu 1.dan empat 4, yang meminta agar pengecoran tolong di pantau sebab banyak menyalahi dan seperti nya dikerjakan asal asalan, ucap warga tersebut pada awak media ini.
Dapat kita lihat contoh nya yang telah dikerjakan saat ini, kata pak Worgo, pihak kontaraktor tidak memasang papan imformasi atau papan anggaran dana dari mana pihak kontraktor membiayai pembangunan tersebut, seakan membodohi warga Rompok kelurahan Lebung gajah dan pekerjaan pun diduga asal- asalan jelas nya.
Dilihat dari sudut pandang kami selalu masyarakat awam saja bisa membandingkan, kata pak Worgo. Pengcoran Lorong Angur satu 1. tidak rapi dan ada yang tipis ada juga yang tebal, aneh terutama diduga yang bagian tebal hanya lah pingirnya saja sedangkan di bagian tengah tipis, ungkap pak Worgo.
Kelang beberapa jam awak media setalah selesai berbicang dengan pak Worgo, awak media menyakan kepada tim pekerja proyek bernama Bom. Boom menjawab saat di tanya oleh awak media berapa pajang, ketebalan cor beton dan lebar nya, dan Bom menjawab tidak tau saya, saya hanya mengawasi tukang, ungkap nya kepada awak dan wargavyang bertanya.
Selanjut nya awak menyakan kepada teman Bom, bernama Gondrong/Tatao, atau yang sebut Gonto, juga saat di tanya dia menjawab proyek ini punya pak Dewan berinsal DTA WjY.

DTA adalah angota Dewan dari partai PDI Perjuangan, karena ini kata Gonto wilayah dia, ungkap nya.
Dilihat dari cara mereka berkerja seakan menggunakan uang mereka pribadi, dan membuatkan dana APBD pemerintah sendiri, karena para pekerja saja tidak menggunakan atribut seperti rompi dan pengaman kepala dan tidak memiliki K3 dalam berkerja, apa lagi untuk memasang papan imformasi. Diduga ketebalan coaran hanyalah 5.cm spai 6 cm kurang lebih.
Ternyata benar saat warga dan disaksikan oleh awak media dan warga lain melakukan pengukuran di temukan ternyata ketebalan coran beton tersebut hanya lah 5cm dan 6 cm kurang lebih.
Sedangkan pihak kontraktor ada lagi yang belum dikerjakan di lokasi yang sama, hanya berbeda Lorong. Yang sudah selesai Lorong Angur satu 1 dan yang satu lagi di Lorong Angur empat 4, yang jadi pertanyaan apa bisa di lanjutkan oleh PT/ CV yang diduga ingin memperkaya diri sendri kontraktor nya tanpa melakukan apa yang ada di tender proyek atau kontrak kerja dengan Dinas PUPR.
Miris nya pagi tim pengawas lapangan dan PPK dari dinas PUPR Sumse tidak ada sama sekali. ( pirladi )
