Poeosindonesia.id Simalungun – Serangan hama ulat api kembali menjadi momok bagi perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Simalungun. Kali ini, serangan tersebut melanda areal Tanaman Menghasilkan (TM) PTPN IV regional 2 Unit Kebun Mayang tepatnya diareal HGU Afdeling II Unit Kebun Mayang. Hasil amatan dan informasi yang dihimpun di lokasi luas lahan yang terdampak mencapai hampir ratusan hektar puluhan. Tanaman sawit yang terserang tampak mengalami kerusakan berat, khususnya pada bagian daun. Daun kelapa sawit terlihat habis dan hanya menyisakan lidi hal ini diakibatkan bahwa ulat telah menyerang tanaman produktif dan seakan telah terjadi pembiaran. Kondisi ini tentu akan sangat merugikan PTPN IV regional 2 mengingat daun adalah merupakan bagian vital tanaman untuk proses fotosintesis yang menentukan produktivitas tandan buah segar (TBS).
Ulat api diketahui menyerang secara masif dan agresif. Tanaman sawit yang sebelumnya berada dalam fase produksi optimal kini berisiko mengalami penurunan hasil panen secara signifikan. Dalam jangka panjang, serangan ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan milik negara yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit tersebut.
“Jika serangan ini tidak segera ditanggulangi, maka bukan hanya penurunan produksi yang terjadi, melainkan akan terjadi kerusakan permanen pada struktur tanaman,” ujar salah satu pekerja kebun yang enggan disebutkan namanya.
Yang lebih mengkhawatirkan, ulat api tidak hanya menyerang daun. Dari pengamatan di lokasi kejadian, ulat-ulat tersebut juga terlihat masih aktif merayap di sekitar permukaan tanah. Hal ini menunjukkan bahwa hama masih berada dalam fase aktif dan berpotensi terus menyebar ke tanaman lain yang berada dalam radius terdekat.
Beberapa pekerja menyatakan bahwa serangan ini sudah berlangsung hampir beberapa Minggu, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan penanganan yang serius dari pihak pengelola kebun.
Asisten tanaman Afdeling II Unit Kebun Mayang, yang diketahui bermarga Marpaung, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp dan panggilan asisten tanaman afdeling 2 belum memberikan keterangan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan kinerja daripada asisten dan askep terkait langkah cepat dan tanggap dari pihak pengelola terhadap persoalan serius ini. Penanganan yang lambat dikhawatirkan akan memperluas dampak dan menambah kerugian perusahaan, baik dari sisi ekonomi maupun kepercayaan publik. Sejumlah pihak menghimbau agar manajemen PTPN IV regional 2 segera turun tangan dan melakukan tindakan konkrit. Selain untuk mencegah kerugian lebih lanjut, langkah cepat juga penting untuk menjaga produktivitas dan kelangsungan produksi perkebunan. (A.S)
