Porosindonesia.id Palembang – Pembangunan jalan menggunakan Dana dari APBD kota Palembang yang dilaksanakan di jalan Suka bangun dua RT 067/02 kelurahan Suka jaya kecamatan Suka rami kota Palembang jelas jelas jauh dari apa yang sudah di tenderkan, hal ini dilakukan kontraktor demi keuntungan pribadi dan sudah pasti mengurangi mutu jalan yang dibangun.
Saat awak media ini mengkonfirmasikan temuan ini kepada pelaksana atau mandor dari kontraktor, sang mandor langsung memberikan uang sogokan pada awak media dengan jumlah 300.000 rupiah.
Pada awal nya awak media ini mempertanyakan panjang, lebar serta ketinggian coran jalan yang sedang di bangun, dan di jawab mandor dengan baik bahwa panjang nya 165 meter, lebar bervariasi, dengan ketebalan 15 Cm. Dan ketika ditanya awak media tentang papan informasi nya, dijawab Ari dan Andre sang mandor mengatakan tidak ada pak, ucap nya dengan nada tinggi serasa emosi pada awak media.
Ketika awak media ini beserta team menelusuri ke lapangan di temukan bahwa apa yang di kemukakan sang mandor jauh dari kenyataan yang ada yang sudah dikerjakan. Sebab di temukan bahwa ketebalan jalan hanya 6 Cm saja, serta tidak ada papan informasi proyek serta kontraktor melakukan pekerjaan tanpa mengindahkan K3 agar pekerja safety.
Dan ketika temuan itu di konfirmasikan kepada mandor bernama Ari, beliau langsung berusaha menyuap dengan memberikan uang, namun awak media menolak dan berkata hanya mengkonfirmasikan temuan mereka di lapangan. Namun sangat di sayangkan sang mandor menjawab dengan sangat arogan dengan mengatakan, ” memang nya kenapa ” ucap nya dengan marah, dan tidak suka pada awak media.
Diduga hal ini terjadi karena sang mandor ( Ari ) merasa bahwa bos nya yang bernama Hapis adalah orang yang paham hukum dan termasuk orang LAI, sehingga Ari merasa diatas anginvdan kebal hukum.

Hal ini jelas sudah melanggar undang undang KIP ( keterbukaan informasi publik) untuk pemberitahuan kepada publik bahwa proyek tersebut didanai oleh APBD atau uang negara.
Hal ini diduga mereka lakukan untuk membodohi masyarakat agar tidak mengetahui detail pekerjaan mereka.
Salah seorang warga sekitar yang melihat awak media bernama Latif mengatakan, bahwa disana juga ada orang orang dari PUPR yang mengawasi, namun mereka tutup mata akan apa yang dilakukan kontraktor, ucap nya.
Latif meminta kepada institusi pemerintahan agar lebih memperhatikan proyek pembangunan jalan seperti ini, sebab jelas jelas menjadi ajang korupsi dan main mata antara PPK dan kontraktor, jelas nya.
Oleh sebab itu sangat dibutuhkan ketegasan dari Inspektorat untuk melakukan inspeksi langsung ke lapangan dan melihat hasil pekerjaan kontraktor pelaksana, dan memberikan sanksi yang berat kepada kontraktor yang berlaku curang seperti ini, tambah nya. ( Pirladi )
