DAERAH

Aspal Cair di Jalan Husni Basri kota Palembang, Diduga Picu Kecelakaan, Ibu dan Anak Terluka

 

porosindonesia id Palembang 3 April 2026.  — Proyek pengaspalan jalan di Jalan Husni Basri, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, diduga memakan korban setelah seorang warga bersama dua anaknya mengalami kecelakaan akibat jalan licin oleh aspal cair.

Korban berinisial ND, yang saat itu mengendarai sepeda motor bersama dua anak laki-lakinya, mengalami kecelakaan saat hendak pulang ke rumah usai dari warung pada Jumat malam (3/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

ND mengaku tidak mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi karena mengetahui adanya perbaikan jalan. Namun, kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan dan tidak adanya petugas pengatur lalu lintas membuatnya tidak menyadari adanya aspal cair yang telah disiram di badan jalan.

“Saya lewat pelan, tapi karena gelap saya ambil jalur kiri. Ternyata sudah disiram aspal cair, akhirnya motor saya terpeleset,” ungkap ND.
Akibat kejadian tersebut, ND mengalami luka di bagian tangan dan lutut serta kesulitan berjalan. Salah satu anaknya berinisial A mengalami luka di tangan kanan dan lutut, sementara anak lainnya tidak mengalami luka.

BACA JUGA :   Link Bukan Delik Media Babel Peringatkan Bahaya Kriminalisasi Produk Pers

Suami korban berinisial IH mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Ia menyebut istrinya mengalami cedera yang cukup serius hingga belum bisa berjalan normal.

“Saya belum tahu apakah kakinya patah atau tidak, karena baru ditangani di klinik terdekat untuk luka luar saja. Kejadian sudah malam,” ujarnya.
IH juga menyayangkan bentuk bantuan yang diberikan pihak proyek yang dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami.

Ia menyebut hanya menerima bantuan sebesar Rp600 ribu, termasuk biaya pengobatan awal.
“Padahal kami masih harus memeriksa kondisi kaki istri saya dan memperbaiki motor yang rusak,” tambahnya.
Sejumlah warga setempat juga membenarkan kondisi jalan yang dinilai berbahaya. Mereka menyebut penyiraman aspal cair terlalu panjang, sementara proses penghamparan aspal belum dilakukan, serta minimnya penerangan dan tidak adanya petugas di lokasi.

Sementara itu, pihak mandor proyek berinisial PB mengaku bersedia membantu biaya pengobatan, namun menyebut bantuan tersebut bersifat pribadi dan memiliki keterbatasan.

“Kalau semua kejadian harus ditanggung, tentu tidak mungkin. Saya juga bekerja dengan atasan,” ujarnya.
Diketahui, proyek pengaspalan tersebut dikerjakan oleh pihak kontraktor dengan nilai anggaran sekitar Rp1,5 miliar yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang. Namun, warga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi serta dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.
Warga berharap pihak terkait, termasuk Dinas PUPR dan instansi pengawas, segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang.  ( pirladi )

Shares

BACA JUGA

Emma Dety Dikukuhkan Menjadi Duta Pasar Rakyat Kabupaten Bandung

Ade Darmansyah